Logo Bloomberg Technoz

Bulan lalu, Anthropic menuduh raksasa teknologi China, Alibaba Group Holding Ltd., melancarkan kampanye distilasi berskala besar terhadap model Claude miliknya melalui ribuan akun palsu. Hal ini menandai klaim terbaru dari sebuah laboratorium AI yang berbasis di AS bahwa para pesaing di China, termasuk startup AI DeepSeek dan MiniMax, telah menggunakan metode tersebut untuk mengembangkan generasi chatbot pesaing.

Sankar menyoroti apa yang ia sebut sebagai ancaman ekonomi yang jauh lebih besar yang mengintai di AS akibat reaksi balik terhadap AI, terutama dalam bentuk penolakan nasional yang semakin meluas terhadap pusat data yang diperlukan untuk mengoperasikan teknologi tersebut. 

Sankar mengutip moratorium setahun yang baru saja diberlakukan terhadap pembangunan pusat data baru di New York, yang diperintahkan pada hari Selasa oleh Gubernur Kathy Hochul.

“Tak peduli  dari AI akan menjadi kesalahan yang sama fatalnya dengan memalingkan muka dari teknologi atom pada tahun 1970-an,” katanya.

Sankar dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa ia tidak menyalahkan Prancis atas keputusannya bulan lalu untuk menghentikan kerja sama dengan Palantir sebagai penyedia alat data bagi badan intelijen dalam negerinya dan memilih alternatif lokal, dengan alasan bahwa itu adalah keputusan pemerintah untuk mengalokasikan dananya kepada perusahaan-perusahaan dalam negerinya sendiri.

Langkah tersebut diambil saat Prancis dan negara-negara Eropa lainnya berupaya mempromosikan kedaulatan teknologi dan mengurangi ketergantungan mereka pada AS untuk sistem-sistem canggih, termasuk AI.

Pada saat yang bersamaan, ia mengatakan bahwa produk Palantir “punya kualitas tanpa banyak bicara” dan mengecam upaya-upaya yang bertujuan merugikan bisnisnya di luar AS. “Menurut saya, kampanye luar biasa licik yang dipenuhi kebohongan dan rumor itu mungkin sudah melampaui batas kewajaran,” pungkas dia.

(bbn)

No more pages