Data pelacakan kapal menunjukkan Belma berlayar ke utara menuju Kharg pada Rabu malam, sebelum terlebih dahulu sedikit menyimpang ke arah barat laut, dan kemudian berbelok tajam menjauhi pulau tersebut pada Kamis dini hari setelah terkena serangan.
Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya. Serangan baru-baru ini oleh Iran terhadap kapal-kapal di jalur pelayaran tersebut telah memaksa pemilik kapal mempertimbangkan kembali rencana pelayaran mereka dan mendorong produsen minyak dan gas Teluk meninjau kembali rencana peningkatan ekspor.
Kepala Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa ekonomi global mungkin sekali lagi dalam bahaya jika konflik yang menghambat Selat Hormuz tidak diselesaikan dalam hitungan minggu.
Lalu lintas yang terlihat melalui selat tersebut tetap sepi pada Kamis. Sebuah kapal pengangkut gas petroleum cair (LPG) yang dikenai sanksi AS berlayar keluar dengan transponder menyala, sementara sebuah kapal curah yang mengangkut bungkil kedelai dan menuju Iran melintasi Selat Hormuz ke Teluk Persia.
Angkatan Laut AS menyatakan akan mengizinkan pengiriman bahan pangan curah, pasokan medis, dan barang-barang lain yang diperlukan untuk kelangsungan hidup penduduk sipil Iran melalui blokade tersebut setelah memeriksa permintaan izin pelayaran kapal-kapal tersebut.
Centcom menyatakan dalam unggahannya bahwa mereka telah mengalihkan rute dua kapal komersial yang patuh dan menonaktifkan satu kapal yang tidak patuh dalam 24 jam pertama blokade baru, yang mulai berlaku pada Selasa pukul 16.00 waktu Washington.
Pulau Kharg memegang peranan penting dalam upaya Teheran untuk memperoleh pendapatan dari ekspor minyak. Sejak perjanjian damai sementara ditandatangani pada pertengahan Juni, setidaknya ada 11 pengiriman minyak dan petrokimia yang dimuat dari pulau tersebut, menurut organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran. Sebuah kapal tanker raksasa terlihat sedang memuat minyak mentah dari Kharg pada Rabu.
(bbn)





























