Berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan, konsumsi sirup minyak sawit merah diklaim Ratu mampu meningkatkan kadar retinol (vitamin A). Sementara ibu hamil yang tidak menkonsumsi sirup sawit merah cenderung memiliki risiko melahirkan BBLR 4,4 hingga 1,8 kali lebih tinggi.
Di sisi lain, selain mendukung upaya penurunan stunting, Ratu menilai inovasi tersebut juga dapat memperkuat hilirisasi industri sawit nasional. Selama ini, Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor untuk sejumlah produk suplemen vitamin A.
"Ini juga program kita ini menjawab juga Asta Cita, itu dari kesehatan menuju kemandiran ekonomi, pastinya ada kemandirian pangan, karena kita berdaulat untuk pangan lokal kita untuk dikembangkan, ya tidak harus dengan impor bahan baku, ya ini hilirisasi cocok dengan asta cita kelima."
"Dan juga pastinya keberlanjutan sawit, karena itu adalah satu added value, nilai tambah dari satu produk kesehatan," tegasnya.
(ain)
































