Logo Bloomberg Technoz

"Ini kalau ada kebutuhan dalam negeri akan dijual di dalam negeri, kalau belum ada akan diekspor," tambah Tony mengenai rencana komersialisasi produk turunan tembaga lainnya. 

Di sektor produk sampingan skala industri, smelter ini akan memproduksi sekitar 1,5 juta ton asam sulfat per tahun yang seluruhnya diprioritaskan untuk pasar domestik. 

Selain itu, fasilitas tersebut juga akan menghasilkan 1,3 juta ton terak tembaga (copper slag) dan 150 ribu ton gipsum per tahun.

Terkait dengan hulu operasional tambang, PTFI menetapkan target kapasitas tonase produksi bijih (ore) rata-rata sebesar 124.000 ton per hari untuk tahun ini.

Target tersebut mengalami sedikit moderasi jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang sempat menyentuh angka 139.000 ton bijih per hari. 

Penurunan target ini merespons dinamika operasional perusahaan yang sempat tidak melakukan produksi dari area Grasberg Block Cave (GBC) sejak September tahun lalu akibat longsor. 

Tony mengungkapkan bahwa pemulihan produksi tambang di sisi hulu masih berlangsung. Perseroan memperkirakan operasi tambang baru kembali mencapai kapasitas penuh pada akhir 2027. 

“Produksi tambang pada 2026 masih berada pada kisaran 65% dari kapasitas normal. Kondisi tersebut merupakan dampak proses pemulihan pasca-longsor yang menyebabkan pasokan konsentrat ke smelter sempat terganggu,” ungkap dia. 

Adapun, semester I tahun depan PTFI menargetkan produksi tambang naik menjadi 75%, kemudian menuju 100% kapasitas pada akhir 2027.

Tony menjelaskan perusahaan masih melakukan berbagai pekerjaan perbaikan di area tambang bawah tanah guna memastikan aspek keselamatan sebelum meningkatkan produksi secara bertahap. 

Perseroan menargetkan smelter Smelting di Gresik tersebut kembali mengolah konsentrat dari Papua mulai September 2026 dan melakukan peningkatan kapasitas produksi (ramp-up) hingga akhir tahun. 

Sebagai informasi, pada April lalu, Tony mengumumkan perseroan kembali membuka secara terbatas tambang bawah tanah GBC dan perbaikan secara menyeluruh ditargetkan baru akan rampung kuartal I-2027.

Tony mengungkapkan blok produksi atau production block (PB) 2 dan 3 di tambang GBC sudah dibuka kembali dan dilakukan penambangan terbatas, sementara blok produksi 1 masih ditutup dan perbaikannya ditargetkan rampung pada 2027.

“Saat ini kami masih melakukan proses pemulihandi Grasberg Block Cave khususnya Production Block 1 yang memang sangat terdampak pada saat longsor itu terjadi. Sementara itu, untuk Production Block 2 di Grasberg Block Caving dan Production Block 3 itu sudah mulai kami lakukan penambangan secara terbatas,” kata Tony dalam RDP di Komisi XII, (Kamis (23/4/2026).

Tony mengungkapkan perbaikan blok produksi 1 bakal dimulai pada Mei 2026 dan ditargetkan rampung pada kuartal I-2027.

Sejalan dengan pemulihan dan pemeliharaan tambang GBC, Freeport memprediksi produksi bijih tembaga bakal mencapai 200.000 ton per hari pada 2027. Sementara pada tahun ini, target produksi bijih dicanangkan sebesar 156.000 ton per hari.

Sebelumnya, PTFI menargetkan penjualan tembaga sebanyak 1,1 miliar pon atau sekitar 480.000 ton serta emas sebesar 0,83 juta ons atau sekitar 26 ton pada 2026.

Target penjualan tembaga tahun ini turun 8,33% dibandingkan dengan volume penjualan tembaga pada 2025 yang tercatat sebanyak 1,2 miliar pon atau sekitar 544.000 ton.

Sementara itu, target penjualan emas tahun ini anjlok 20,95% dibandingkan dengan penjualan 1,05 juta ons atau sekitar 33 ton pada 2025.

(smr/ros)

No more pages