Biaya tersebut setara dengan sekitar US$30 juta atau sekitar Rp542,1 miliar untuk sebuah kapal tanker raksasa berdasarkan harga minyak saat ini. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan US$2 juta yang dikenakan Iran untuk perjalanan serupa pada awal konflik.
Situasi yang semakin memburuk telah mengguncang pasar pelayaran dan minyak, yang hingga baru-baru ini sibuk menyesuaikan diri seiring pemulihan aliran energi dari Teluk Persia.
Hingga Selasa, lalu lintas yang teramati melalui Selat Hormuz nyaris terhenti, meski Iran diam-diam mengeluarkan kapal tanker minyak mentah dari teluk dengan transponder mereka dimatikan.
(bbn)
No more pages






























