Xiaomi asal China, meski tetap di peringkat ketiga klasemen jumlah pengiriman terbanyak dengan 31,2 juta, namun angkanya turun drastis hingga 26,3% yoy. Begitu pula dengan OPPO yang turun 17,5% yoy menjadi 28,8 juta, dilanjutkan vivo 21,2 juta (-19,4% yoy).
IDC sejak jauh-jauh telah meramal tekanan pasokan memori bakal memengaruhi angka pengiriman smartphone 2026, namun secara nyata “krisis justru menguntungkan pemain premium dan merugikan pemasok yang berfokus pada segmen HP kelas bawah,” ia mebambahkan.
Popal sebut pada kuartal kedua berturut-turut dua brand di segmen premium ini “menunjukkan ketahanan sebagai dua-satunya vendor pada posisi lima besar yang mencatatkan pertumbuhan.”
| Produsen Ponsel | Pangsa Pasar | Data Pengiriman Q2-2026 (juta unit) | Data Pengiriman Q2-2025 (juta unit) | Perubahan (+/-) |
| Samsung | 22,6% | 62,7 | 58 | 8,1% |
| Apple | 20,1% | 55,8 | 48,4 | 15,3% |
| Xiaomi | 11,2% | 31,2 | 42,4 | -26,3% |
| OPPO | 10,4% | 28,8 | 34,9 | -17,5% |
| vivo | 7,6% | 21,2 | 26,3 | -19,4% |
| Produsen lain | 28% | 77,8 | 87,4 | -11% |
| Total | 277.5 | 297,4 | -6,7% |
(red)
No more pages
































