Smartphone dengan AI Generatif Bakal Kuasai Pasar Dunia
Redaksi
23 June 2026 19:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Smartphoneyang mampu menjalankan fitur kecerdasan buatan generatif (GenAI) diproyeksikan semakin mendominasi pasar global dalam dua tahun ke depan.
Riset terbaru Counterpoint Research memperkirakan perangkat GenAI akan menyumbang 45% dari total pengiriman smartphone dunia pada 2026, naik dari 36% pada 2025, dan mencapai 52% pada 2027.
Meski demikian, pertumbuhan tersebut terjadi di tengah krisis pasokan memori yang masih berlangsung. Counterpoint memperkirakan total pengiriman smartphone global justru turun 13,9% secara tahunan menjadi 1,08 miliar unit pada 2026, yang menjadi level terendah sepanjang sejarah industri smartphone.
Direktur Riset Counterpoint, Tarun Pathak mengataka, kemampuan GenAI kini telah menjadi standar pada smartphone kelas atas dengan harga grosir di atas US$400 (setara Rp7 juta). Namun, fitur tersebut belum mampu menjadi alasan kuat bagi konsumen untuk segera mengganti perangkat mereka.
“Masih terdapat kesenjangan yang jelas antara perangkat yang memiliki kemampuan GenAI dan pengguna yang benar-benar memanfaatkan fitur AI secara rutin. Menutup kesenjangan ini membutuhkan penggunaan yang praktis dan relevan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pathak, dikutip Selasa (23/6/2026).
Menurut Counterpoint, Apple dan Samsung masih memimpin segmen smartphone GenAI berkat portofolio premium mereka. Peluncuran seri iPhone 17 membuat fitur GenAI kini tersedia di hampir seluruh lini produk Apple. Sementara itu, Samsung menjadi salah satu pionir dalam menghadirkan fitur agentic AI melalui ekosistem Galaxy AI.
Pathak menilai bahwa pembaruan Siri AI yang dilakukan Apple berpotensi menjadi pendorong siklus penggantian iPhone berikutnya. Siri generasi terbaru disebut memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memahami konteks pribadi pengguna dan membantu berbagai aktivitas sehari-hari.
Pada bagian lain, persaingan AI di industri smartphone kini tidak lagi hanya ditentukan dari perangkat , melainkan oleh model AI yang digunakan. Analis Senior Counterpoint, Karn Chauhan menjelaskan bahwa Google Gemini semakin menjadi pondasi utama bagi berbagai layanan AI di smartphone premium.
“Google Gemini kini mendukung Siri versi terbaru Apple, menjadi tulang punggung Galaxy AI milik Samsung, serta digunakan oleh berbagai produsen smartphone China untuk perangkat yang dipasarkan di luar negeri,” kata Chauhan.
Meski begitu, produsen China masih mengandalkan model AI buatan sendiri untuk pasar domestik, sementara Apple dan Samsung tetap mempertahankan kemampuan AI eksklusif yang berjalan langsung di perangkat.
Counterpoint menilai faktor yang paling menentukan perkembangan smartphone GenAI dalam jangka panjang adalah ketersediaan memori. Kebutuhan DRAM yang lebih besar untuk menjalankan model AI di perangkat membuat harga smartphone GenAI masih berada di level premium.
Kenaikan harga memori mulai mengubah struktur pasar smartphone global. Segmen entry-level menghadapi tekanan paling besar karena meningkatnya biaya komponen membuat produsen mengurangi perangkat murah. Sebaliknya, smartphone premium lebih mampu menyerap kenaikan biaya tersebut.
Akibatnya, Counterpoint memperkirakan konsumen akan menghadapi harga perangkat yang lebih mahal dengan peningkatan spesifikasi perangkat yang lebih terbatas.
Baca Juga: Krisis Memori Dorong Peningkatan Permintaan HP Second
Produsen diperkirakan akan mengurangi kapasitas memori dasar, jumlah kamera, hingga variasi model untuk menekan biaya produksi.
Dalam jangka panjang, pasar smartphone premium diprediksi terus tumbuh, sementara segmen ponsel murah menyusut dan pasar perangkat refurbished atau bekas akan semakin berkembang karena konsumen cenderung mempertahankan perangkat mereka lebih lama.
Seiring meredanya tekanan pasokan memori dan semakin efisiennya model AI yang berjalan langsung di perangkat, Counterpoint memperkirakan teknologi GenAI akan mulai hadir pada smartphone dengan harga yang lebih terjangkau.





























