Data pelacakan kapal menunjukkan lalu lintas kapal yang terdeteksi di Selat Hormuz nyaris terhenti pada Selasa dini hari. Sebuah kapal pengangkut curah menuju Sharjah di Uni Emirat Arab setelah memasuki Teluk Persia, sementara dua kapal pengangkut gas petroleum cair (LPG) mendekati selat dari arah berlawanan untuk meninggalkan teluk.
Kemungkinan ada kapal non-Iran lain yang melintasi Selat Hormuz dengan transponder dimatikan. Transit gelap telah melebihi transit yang terlihat selama beberapa hari terakhir. Namun, serangan terhadap kapal oleh Iran dan AS membuat perjalanan ini semakin berisiko.
Selain enam kapal tanker raksasa Iran, banyak kapal lain yang dikenai sanksi AS dan memiliki hubungan dengan Teheran—termasuk kapal tanker minyak, kapal pengangkut LPG, dan kapal kontainer—telah keluar dari Selat Hormuz sejak 7 Juli.
Kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari arus 57 juta barel minyak mentah yang berhasil dikirimkan Iran di sela-sela dua blokade angkatan laut AS.
(bbn)































