Logo Bloomberg Technoz

“Perusahaan menyatakan tidak memiliki informasi yang dapat diungkap mengenai adanya rencana merger antara PT Bank Jago Tbk dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk, maupun mengenai pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu seperti yang diulas dalam pemberitaan,” kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan ARTO, Tjit Siat Fun dalam keterbukaan informasi.

Tjit Siat Fun menambahkan, informasi terkait aktivitas atau keputusan pemegang saham merupakan ranah masing-masing pemegang saham. Karena itu, hal tersebut berada di luar kewenangan perseroan untuk memberikan tanggapan lebih lanjut. 

Kabar Merger 

Mengutip Bloomberg News, kelompok investor yang dipimpin bankir senior sekaligus taipan Indonesia Jerry Ng dikabarkan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi strategis terkait kepemilikan mereka di BFI Finance dan Bank Jago.

Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, salah satu opsi yang tengah dikaji adalah kemungkinan menggabungkan BFI Finance dengan Bank Jago.

Jika terealisasi, transaksi itu berpotensi membentuk entitas dengan nilai pasar sekitar US$1,4 miliar atau sekitar Rp25 triliun.

Pembahasan disebut masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan final. Pertimbangan yang dilakukan juga masih dapat berubah. Para pemegang saham bahkan dapat memutuskan untuk mempertahankan kepemilikan mereka saat ini.

Kelompok investor tersebut disebut bekerja sama dengan Goldman Sachs Group Inc. untuk meninjau opsi atas kepemilikan di kedua perusahaan. Penjajakan dilakukan di tengah upaya mengevaluasi berbagai alternatif strategis yang tersedia.

Sebagai informasi, Jerry Ng merupakan salah satu figur di balik Bank Jago melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia. Kelompok investor yang dipimpinnya juga memiliki kepentingan di BFI Finance.

Bloomberg Technoz telah menghubungi Jerry Ng untuk meminta konfirmasi terkait kabar merger BFIN dan Bank Jago pada Senin (13/7/2026). Namun, hingga berita ini terbit, Jerry Ng belum memberikan tanggapan.

(cpa/naw)

No more pages