Logo Bloomberg Technoz

“Indonesia merupakan consortium lead terbanyak pada hasil seleksi tahap ini,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer Dener Fadli Rahman menegaskan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, serta mengacu pada praktik terbaik internasional.

“Penilaian mencakup aspek kredensial pada proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia,” ujar dia.  

Adapun, setelah penerbitan Conditional Letter of Award (CLoA) atau surat penetapan bersyarat, masing-masing mitra terpilih wajib memenuhi persyaratan menuju Final Letter of Award (FLA).

Tahapan ini termasuk penyusunan feasibility study yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, finalisasi struktur proyek, pembentukan joint venture company, penyelesaian dokumen komersial serta perolehan persetujuan pembiayaan.

Meski begitu, Fadli menegaskan bahwa penetapan mitra terpilih pada setiap lokasi masih bersifat bersyarat dan tunduk pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku. 

Untuk diketahui, seleksi mitra PLTSa tahap kedua merupakan bagian dari program nasional pengembangan PLTSa yang dilaksanakan secara bertahap.

Sebelumnya, pembangunan proyek tahap pertama telah dimulai melalui peresmian pembangunan PLTSa Denpasar, Bali pada Rabu (8/7/2026), setelah melalui proses seleksi mitra bersama proyek Kota Bekasi dan Bogor Raya. 

Adapun peresmian itu sekaligus ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) sebagai tonggak dimulainya implementasi proyek WtE tersebut. 

Penandatanganan PPA dilakukan antara PT PLN (Persero) dengan PT Weiming Nusantara Bali New Energy sebagai badan usaha pelaksana proyek (BUPP).

Sementara itu, pembangunan proyek PLTSa Kota Bekasi dan Bogor Raya akan segera diresmikan dalam waktu dekat.

Seluruh proyek yang memasuki tahap implementasi selanjutnya akan dikembangkan dan dijalankan oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), sebagai platform pengembangan PLTSa dan pengelolaan sampah terintegrasi di bawah DIM.

Berikut adalah daftar delapan mitra terpilih PLTSa tahap II oleh Danantara:

  1. SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) - Medan Raya - Prancis dan Indonesia. 
  2. Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) - Kabupaten Bekasi - China dan Indonesia. 
  3. Bumi Biru Indonesia  (SUS Indoplas) - Lampung Raya - China dan Indonesia. 
  4. Masa Depan Energi Indonesia  (Chandra Waste Energy BGE) - Serang Raya - Indonesia dan China.
  5. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) - Semarang Raya - Prancis.
  6. Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) - Surabaya Raya - Indonesia dan China. 
  7. MPM-CEVIA Consortium  (Mega Power CEVIA) - Bogor Raya 2 - Indonesia dan China.
  8. Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) - Yogyakarta Raya - Indonesia dan China.

(smr/wdh)

No more pages