Logo Bloomberg Technoz

Dia bergabung dengan lebih dari 400 mantan karyawan Apple lainnya yang tertarik dengan peluang berkarir pada calon perangkat yang dirancang untuk menggantikan iPhone — dengan gaji dan kesempatan mendapatkan saham (dengan potensi mengungguli paket gaji Apple yang kurang menarik).

Insiden ini merupakan salah satu dari banyak insiden dan bagi Apple sekaligus memberi gambaran “langkah terorganisasi guna memperoleh, menyimpan, dan menggunakan” informasi rahasia milik perusahaan.

Informasi penting ini membantu OpenAI meniru hasil kerja puluhan tahun Apple dalam membangun bisnis elektronik konsumen paling sukses di dunia. 

Gugatan setebal 40 halaman menuduh bahwa OpenAI mendorong calon karyawan yang masih bekerja di Apple untuk mempelajari materi rahasia sebelum wawancara dan secara terang-terangan membawa komponen perangkat keras serta prototipe ke sesi yang disebut “show and tell” di kantor OpenAI. 

Menanggapi gugatan tersebut, OpenAI menyatakan bahwa mereka “tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain.” 

“Kami tetap fokus pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun,” kata juru bicara perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut.

Sam Altman, co-founder dan CEO OpenAI dan Tim Cook dari Apple Inc. dalam satu meja di Gedung Putih. (Will Oliver/EPA/Bloomberg)

Gugatan tersebut diajukan setelah ketegangan yang memanas selama berbulan-bulan antara Apple dan OpenAI — mitra yang semakin menjadi pesaing. Kedua perusahaan ini bertarung untuk merebut pasar perangkat AI yang masih baru, sebuah kategori yang siap mengubah cara konsumen menggunakan teknologi.

Inti dari perselisihan ini adalah Tang Tan, mantan eksekutif Apple yang pernah mengawasi desain iPhone, jam tangan pintar, dan beberapa produk lainnya. Pada akhir 2023, ia memberi tahu bosnya bahwa berencana pergi dari perannya untuk selanjutnya berkarir di tempat baru — sebuah peluang yang pada akhirnya menjadi jabatan chief hardware officer di OpenAI.

Saat itu, hampir tidak ada tanda-tanda bahwa kepergiannya akan berujung pada perselisihan di pengadilan. Dalam langkah yang jarang terjadi, Apple mengizinkannya tetap menjabat hingga Februari 2024, sehingga ia dapat mengelola proses transisi yang menuntut perombakan divisi hardware.

Jony Ive, veteran Apple Inc, dan Sam Altman, CEO OpenAI. (dok: OpenAI)

Namun, di balik layar, Tan sejatinya telah mulai bekerja sama dengan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, dan CEO OpenAI, Sam Altman, pada sebuah proyek perangkat keras baru yang ambisius. Tujuannya adalah menciptakan lini baru perangkat AI yang suatu hari nanti dapat menantang iPhone itu sendiri.

Tan dan Ive turut mendirikan io Products, startup yang diakuisisi OpenAI tahun lalu seharga US$6,5 miliar. Mereka bekerja sama dalam proyek tersebut dengan Evans Hankey, penerus Ive sebagai chief of industrial design, juga Scott Cannon, eks manajer manufaktur yang meninggalkan Apple tahun 2010.

Apple segera merasa khawatir dengan upaya perekrutan OpenAI, berupa pembajakan para pemimpin senior di bidang perangkat keras dan desain, lantas merusak beberapa tim di seluruh organisasi perusahaan.

Praktik tersebut berlanjut hingga Juni lalu, saat OpenAI berhasil membujuk kepala divisi kacamata pintar Apple untuk pindah. Eksekutif tersebut, Paul Meade, segera dipecat dari Apple dan tidak diberi kesempatan untuk tetap tinggal selama masa transisi, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini. 

Bagi Apple, pencarian talenta tersebut tampak seperti upaya menciptakan tiruan mesin pengembangan produk pembuat iPhone itu di dalam OpenAI.

“Bisnis perangkat hardware OpenAI yang masih baru kini berdiri di atas fondasi yang paling rapuh, yang telah busuk hingga ke intinya akibat ketergantungan ilegal pada rahasia dagang yang disalahgunakan,” kata Apple pada hari Jumat. 

CEO Apple Tim Cook yang masa jabatannya berakhir September 2026, bersama mantan kepala desain Apple, Jony Ive, dan CEO OpenAI. dok: Bloomberg

Tan terkenal karena berani mengambil risiko di Apple dan “bermain di area berbahaya” selama 25 tahun kariernya, menurut seseorang yang pernah bekerja dengannya.

“Tang terkenal karena bergerak cepat, bertindak cepat dan bebas, serta berani mengambil risiko,” kata orang tersebut, yang meminta namanya tidak disebutkan saat membahas mantan rekan kerjanya. 

Ia menorehkan namanya dengan memimpin desain laptop Mac dan iPod generasi awal sebelum memimpin divisi desain produk untuk iPhone pertama. Pada 2011, Tan mengawasi seluruh tim desain iPhone dan kemudian memimpin pekerjaan desain Apple Watch. Saat ia hengkang, Tang menjadi salah satu eksekutif di level tertinggi Apple.

Pada bagian lain, OpenAI telah mengalokasikan miliaran dolar AS untuk upaya pengembangan hardware mereka dan sedang bergegas menuju penawaran umum perdana. Namun, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini, startup tersebut belum memiliki banyak hal yang dapat ditunjukkan selain konsep dan prototipe awal saat io diakuisisi. Pada saat itu, perusahaan masih berupaya keras untuk menentukan strategi produk yang menarik, kata mereka. 

Kini, OpenAI sedang mengembangkan pengganti smartphone yang didukung AI, meskipun produk pertamanya mungkin berupa sesuatu yang lebih sederhana, kata para sumber tersebut. 

OpenAI telah mengeksplorasi berbagai konsep, mulai dari earbud dan kacamata pintar hingga speaker yang dilengkapi AI. Sementara itu, Apple sedang mengembangkan jajaran perangkat rumah tangga baru, AirPods yang dilengkapi kamera, kacamata, dan perangkat wearable lainnya.

Apple menyatakan bahwa mereka telah berusaha menyelesaikan sengketa yang terjadu sebelum mengajukan gugatan, termasuk dengan menghubungi perusahaan AI tersebut pada bulan Februari.

Apple mengatakan telah menyampaikan kekhawatirannya kepada OpenAI bahwa informasi rahasia Apple telah bocor ke sana, serta meminta perusahaan tersebut untuk menyelidiki masalah tersebut dan mencegah hal itu terulang. Apple menuduh bahwa startup tersebut tidak pernah menanggapi permintaan tersebut. 

Para karyawan terpenting OpenAI yang disebutkan dalam gugatan, termasuk Tan, tidak menanggapi permintaan komentar.

John Ternus dan Tim Cook di Allen & Co. Media and Technology Conference di Sun Valley. dok: David Paul Morris/Bloomberg

Gugatan tersebut juga mempertegas hubungan kaku antara Tan dengan John Ternus, mantan atasannya dan calon CEO Apple. Sebagian besar karyawan OpenAI yang direkrut dari Apple berasal dari divisi rekayasa hardware Ternus, dan beberapa desainer sempat mendukung Tan daripada Ternus untuk ada di posisi tertinggi divisi hardware pada tahun 2021.

Tan, yang digambarkan Apple sebagai otak dari tindakan mencuri informasi rahasia, diduga telah memanfaatkan wawancara dengan calon karyawan sebagai sesi pengumpulan informasi mengenai produk-produk Apple yang akan datang. 

Dalam satu kasus, Apple menyatakan bahwa seorang karyawan memperoleh informasi mengenai sebuah proyek hanya beberapa jam sebelum bertemu dengan Tan untuk wawancara kerja. “Kemudian, dalam wawancara tersebut, Tan meminta informasi lebih lanjut mengenai proyek Apple yang sama. Hal ini telah menjadi pola yang berulang,” demikian tertulis dalam gugatan.

Pasca  karyawan setuju untuk bekerja di OpenAI, mereka didorong untuk mengirimkan informasi dari perangkat Apple mereka ke akun email pribadi sebelum mengundurkan diri, agar dapat digunakan nanti mereka, demikian tuduhan pembuat iPhone itu.

OpenAI, menurut gugatan tersebut, mendistribusikan “checklist   yang disusun oleh Tan” yang membantu karyawan baru menghindari pemantau dari tim keamanan Apple.

Apple selanjutnya menuduh bahwa Tan bahkan sampai meminta calon karyawan untuk membawa prototipe ke wawancara kerja. Hal ini mencakup baterai, logic board, dan komponen lainnya, demikian disebutkan dalam gugatan tersebut. 

Setidaknya satu karyawan Apple yang melamar ke OpenAI merasa khawatir dengan praktik tersebut, dengan mengatakan bahwa ia “terkejut ada orang yang membawa” hardware yang belum dirilis ke wawancara kerja. Ia mengatakan bahwa dirinya “tidak tahu kami boleh membawa barang-barang itu dari kantor.” Dalam banyak kasus, mereka memang tidak boleh.

(bbn)

No more pages