Logo Bloomberg Technoz

Reza memperkirakan IHSG berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada support 5.850–5.880 dan resisten 6.000–6.050.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways di kisaran 5.800–6.000 pada pekan ini. Perkembangan konflik AS-Iran dan potensi gangguan pasokan minyak global dari Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar.

“Investor masih akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global dari kawasan Timur Tengah,” tulis Phintraco dalam risetnya.

Investor global juga akan menanti musim laporan keuangan kuartal II 2026, testimoni Chairman The Fed Kevin Warsh, serta sejumlah data ekonomi AS dan Cina.

Sementara dari dalam negeri, pasar mencermati Statistik Utang Luar Negeri Mei 2026, lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif Rp10 triliun, serta publikasi review peringkat kredit Indonesia oleh S&P yang diperkirakan pada 24 Juli mendatang.

(dhf)

No more pages