Eskalasi terbaru terjadi menjelang kesaksian perdana Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres pada Selasa (14/7). Sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS itu akan didahului dengan rilis data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk Juni oleh Bureau of Labor Statistics.
Harga emas telah turun lebih dari seperlima sejak perang Iran pecah pada akhir Februari. Aksi ambil untung mengakhiri reli emas yang telah berlangsung selama tiga tahun dan sempat mendorong harga logam mulia itu turun di bawah US$4.000 per ons untuk pertama kalinya sejak November.
Data mingguan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang dirilis Jumat menunjukkan hedge fund dan manajer investasi memangkas posisi beli bersih (bullish) emas menjadi 114.854 kontrak pada pekan yang berakhir 7 Juli.
Pada pukul 07.05 waktu Singapura, harga emas spot turun 1,2% menjadi US$4.070,98 per ons. Harga perak merosot 2,1% menjadi US$58,64 per ons, sementara platinum dan paladium juga melemah. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, naik 0,2%.
(bbn)































