Sementara itu, Asus menjadi satu-satunya vendor selain Apple yang masih mampu membukukan pertumbuhan, meski tipis. Pengiriman PC perusahaan asal Taiwan tersebut naik 0,2% menjadi 5 juta unit dengan pangsa pasar meningkat menjadi 7,4% dari 7% pada periode yang sama tahun lalu.
Menurut IDC, penurunan pasar dipicu oleh krisis pasokan chip memori yang membuat produsen mempercepat pengiriman produk sebelum stok semakin terbatas. Selain memori, pasokan komponen penyimpanan atau storage dan ketidakpastian geopolitik juga terus membebani industri.
"Cerita sebenarnya adalah adanya perbedaan antara volume dan nilai penjualan. Pengiriman turun, tetapi pendapatan meningkat karena produsen menaikkan harga lebih cepat dibanding penurunan permintaan," kata Research Director Consumer Devices IDC, Jitesh Ubrani, dalam laporannya.
Ia memperkirakan kekurangan pasokan chip memori masih akan berlangsung hingga awal 2028. Kondisi tersebut diperkirakan membuat produsen kembali menaikkan harga perangkat pada 2027, sementara distributor mulai mengkhawatirkan tingginya persediaan di tengah harga yang semakin mahal.
Di tengah tekanan tersebut, IDC menilai vendor berskala besar memiliki posisi yang lebih kuat karena mampu mengamankan pasokan komponen dibanding pemain yang lebih kecil.
Vice President Consumer Devices IDC Jean Philippe Bouchard mengatakan kenaikan pangsa pasar Apple terjadi bersamaan dengan peluncuran MacBook Neo. Meski Apple ikut menaikkan harga produknya, perusahaan dinilai masih mampu bersaing karena memiliki rantai pasok yang lebih kuat dibanding pesaingnya.
"Vendor terbesar, dengan daya beli dan hubungan jangka panjang dengan pemasok, berada pada posisi terbaik untuk merebut pangsa pasar dari pesaing yang lebih kecil," ujar Bouchard.
(wep)

































