"Investor saat ini jauh lebih fokus pada musim laporan kinerja keuangan yang akan datang dibandingkan perkembangan geopolitik," ujar Matt Maley dari Miller Tabak.
Di tengah perdebatan yang masih berlangsung mengenai prospek ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik, arah pergerakan pasar dalam sebulan ke depan kemungkinan akan ditentukan oleh musim laporan kinerja keuangan perusahaan, menurut Anthony Saglimbene dari Ameriprise.
"Perusahaan tidak cukup hanya mencatatkan laba di atas ekspektasi," ujarnya. "Mereka juga harus menunjukkan bahwa margin keuntungan tetap terjaga pada level tinggi, prospek bisnis (guidance) masih kuat dan bahkan lebih baik dari perkiraan analis saat ini, serta pertumbuhan laba yang dipimpin sektor teknologi masih cukup luas untuk menopang valuasi pasar."
Di Edward Jones, Brock Weimer mengatakan pertumbuhan laba perusahaan diperkirakan tetap kuat pada 2026. Ia menambahkan, sejauh ini hanya ada sedikit indikasi bahwa perusahaan-perusahaan secara signifikan mengurangi belanja terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurut Jeff Buchbinder dari LPL Financial, AI kemungkinan tetap menjadi pendorong utama pasar pada paruh kedua 2026. Namun, narasi mengenai AI kini mulai bergeser, dan transisi tersebut dapat menciptakan lingkungan investasi yang lebih selektif. Investor, katanya, sebaiknya tidak lagi hanya berfokus pada perusahaan yang membelanjakan dana paling besar untuk AI, melainkan pada perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan yang terukur dari investasi tersebut.
Di sisi lain, lelang obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 30 tahun menghasilkan imbal hasil (yield) tertinggi dalam hampir dua dekade. Hal itu menegaskan bahwa meningkatnya pasokan obligasi mendorong investor menuntut imbal hasil yang lebih besar untuk memegang surat utang pemerintah.
Berikut pergerakan utama di pasar keuangan:
Saham
- Indeks S&P 500 naik 0,8% hingga pukul 16.00 waktu New York.
- Indeks Nasdaq 100 menguat 1,6%.
- Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,3%.
- Indeks MSCI World bertambah 0,8%.
Mata Uang
- Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah.
- Euro stabil di level US$1,1428.
- Pound sterling menguat 0,1% menjadi US$1,3409.
- Yen Jepang naik 0,1% menjadi 162,37 per dolar AS.
Mata Uang Kripto
- Bitcoin naik 1,8% menjadi US$63.151,02.
- Ether menguat 0,6% menjadi US$1.745,54.
Obligasi
- Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun tiga basis poin menjadi 4,55%.
- Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun relatif tidak berubah di 3,08%.
- Yield obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun turun delapan basis poin menjadi 4,90%.
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,2% menjadi US$71,87 per barel.
- Harga emas spot naik 1,1% menjadi US$4.121,67 per troy ons.
(bbn)


























