Logo Bloomberg Technoz

Petugas pemandu lalu lintas udara (air traffic controller/ATC) di Karachi sebenarnya telah berupaya memberikan panduan navigasi darurat. Namun, tiga menit berselang, pesawat terpantau menukik turun dengan sangat cepat serta melakukan manuver perubahan arah haluan yang tajam, sebelum akhirnya seluruh kontak radar dan radio terputus total di posisi sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi.

Data awal pelacakan penerbangan dari menit-menit terakhir pesawat menunjukkan adanya kehilangan ketinggian secara drastis, disusul pergerakan naik, sebelum akhirnya terjadi "penurunan ketinggian untuk kedua kalinya secara mendadak dan dramatis," tulis lembaga pemantau penerbangan Flightradar24.

Pemerintah Pakistan sendiri telah mengerahkan sejumlah armada tempur dari unsur angkatan laut dan angkatan udara, termasuk kapal perang jenis fregat, guna menyokong penuh operasi pencarian dan penyelamatan ini, menurut keterangan beberapa pejabat pemerintah yang mengetahui langsung jalannya operasi.

Bagi K2 Airways yang baru berdiri pada tahun 2018, pesawat yang mengalami kecelakaan tragis ini merupakan satu-satunya armada yang terdaftar atas nama maskapai mereka. Data dari Cirium menunjukkan bahwa pesawat berusia 27 tahun tersebut—yang sebelumnya sempat berganti-ganti dioperasikan oleh beberapa maskapai sebagai jet penumpang maupun kargo—baru diterima oleh K2 Airways pada tahun 2024 dengan status sewa dari perusahaan AerCap. Penerbangan terakhir pesawat ini tercatat pada tanggal 28 Juni lalu.

Pakistan sendiri dikenal memiliki rekam jejak keselamatan penerbangan yang kurang baik, dengan rentetan kecelakaan fatal dalam dua dekade terakhir. Kecelakaan paling mutakhir sebelum insiden ini melibatkan jet penumpang milik Pakistan International Airlines (PIA) pada tahun 2020, yang menewaskan 97 orang di dalam pesawat dan satu orang di darat akibat kegagalan prosedur pendaratan.

(bbn)

No more pages