Logo Bloomberg Technoz

Dalam pernyataan setelah rapat, para pejabat menyatakan inflasi masih tinggi dan menegaskan komitmen mereka untuk menjaga stabilitas harga.

Proyeksi suku bunga terbaru yang dirilis setelah pertemuan menunjukkan sembilan pejabat memperkirakan setidaknya akan ada satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun ini, dengan enam di antaranya memperkirakan sedikitnya dua kali kenaikan.

Sementara itu, sembilan pejabat lainnya memperkirakan tidak akan ada perubahan suku bunga atau bahkan pemangkasan suku bunga. Warsh, yang selama ini mengkritik praktik forward guidance, memilih tidak menyampaikan proyeksi suku bunganya sendiri.

Komite juga membahas berbagai skenario mengenai kemungkinan perkembangan ekonomi Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang.

Dalam skenario di mana inflasi mulai mereda, sebagian besar peserta rapat memperkirakan bank sentral akan "mempertahankan atau pada akhirnya menurunkan kisaran target suku bunga federal funds."

Namun, dalam skenario lain di mana inflasi tetap tinggi akibat kuatnya permintaan yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (AI), tingginya harga energi, dan tarif perdagangan, sebagian besar peserta menilai "pengetatan kebijakan moneter kemungkinan akan diperlukan."

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh data yang dirilis sepekan kemudian, yang menunjukkan ukuran inflasi pilihan The Fed, yakni indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), naik 4,1% pada Mei dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tertinggi sejak April 2023.

Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh dampak perang Iran terhadap harga energi. Namun, inflasi inti (core PCE), yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi yang bergejolak, juga meningkat menjadi 3,4%.

Sejak pertemuan tersebut, gambaran inflasi secara keseluruhan menjadi semakin tidak pasti akibat pergerakan harga minyak yang dipengaruhi perkembangan situasi di Timur Tengah.

Harga minyak mentah sempat merosot ketika gencatan senjata antara Iran dan AS tampak mulai berlaku, sehingga memungkinkan lebih banyak kapal melintasi Selat Hormuz. Namun, kembali memanasnya konflik pada pekan ini mendorong harga minyak naik lagi.

Pada Rabu pagi, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia meyakini gencatan senjata telah berakhir dan AS kemungkinan akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Pada awal perdagangan Rabu, para investor memperkirakan akan ada satu hingga dua kali kenaikan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada tahun ini.

Selanjutnya, para pembuat kebijakan akan mencermati data inflasi konsumen AS untuk Juni yang dijadwalkan dirilis pada 14 Juli, kemungkinan dengan perhatian khusus pada komponen inflasi di luar energi.

Data tersebut akan dirilis pada hari yang sama ketika Warsh dijadwalkan memberikan kesaksian pertamanya di hadapan House Financial Services Committee sejak resmi menjabat pada 22 Mei.

Risalah juga menunjukkan para pembuat kebijakan masih memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil akan tetap solid hingga akhir 2026. Selain itu, sejumlah indikator ketenagakerjaan menunjukkan pasar tenaga kerja tetap stabil dan belum terlihat menjadi sumber tekanan inflasi.

Pernyataan FOMC pada 17 Juni juga dibuat lebih ringkas dibandingkan pernyataan-pernyataan setelah rapat sebelumnya, sebuah sinyal perubahan yang akan diterapkan di bawah kepemimpinan Warsh, yang telah berjanji merombak strategi komunikasi bank sentral.

Risalah menunjukkan sejumlah pejabat sepakat bahwa sudah waktunya mempertimbangkan perubahan besar terhadap format pernyataan pascarapat FOMC.

(bbn)

TAG

No more pages

Artikel Terkait