Logo Bloomberg Technoz

Pada 2021, kongsi Raffi Ahmad dan Rudy Salim itu mengakuisisi klub sepak bola Cilegon United yang kemudian berganti nama menjadi Rans Nusantara FC. Berdiri sejak 2021, klub sepak bola dua pesohor itu justru merugi.

Mengutip laporan keuangan RANS, PT Rans Prestisius Klub Sepak Bola mencatat rugi kotor Rp9,58 miliar sepanjang Januari-Oktober 2024 sebelum dijual ke Raffi Ahmad.

Adapun, rugi periode berjalan setelah beban umum dan administrasi melebar menjadi Rp10,46 miliar.

Pengelola klub sepak bola itu hanya mencatat pendapatan Rp7,33 miliar pada periode tersebut. Sementara itu, beban pokok pendapatan mencapai Rp16,91 miliar. Di sisi lain, arus kas tercatat negatif Rp4,28 miliar.

RANS Nusantara F.C.. (Dok. RANS Nusantara F.C.)

Belakangan lewat akta notaris Sugih Haryati No 77 tanggal 30 Oktober 2024, RANS melepas kepemilikan saham di RPKSB kepada Raffi Ahmad dengan nilai Rp999 juta atau setara dengan kepemilikan 66,6% saham RPKSB.

RANS mencatat divestasi unit bisnis sepak bola ini sebagai laba dengan perhitungan mencapai Rp44,94 miliar.

Kendati demikian, pencatatan laba dari divestasi itu mencerminkan untung akuntansi lantaran RANS tidak perlu lagi menanggung liabilitas neto RPKSB yang jauh lebih besar dari asetnya.

Saat divestasi itu, RPKSB mencatat jumlah nilai aset neto negatif Rp65,97 miliar dengan jumlah liabilitas sebesar Rp79,31 miliar dan aset hanya Rp13,33 miliar.

Pembayaran Utang

Berdasarkan perjanjian pinjaman No.371/SDA.-MRA.IRW/REI/Lgl/2021 tanggal 19 Mei 2021 dan addendum No.002/SDA.MRA/IRW/LGL/ADD/2021 tanggal 14 Juli 2021, serta Surat Penarikan Fasilitas Pinajaman tanggal 30 Oktober 2024, RANS sempat memberikan pinajaman kepada RPKSB sebesar Rp73,7 miliar.

Jangka waktu pinjaman sampai dengan 19 Mei 2026 dengan suku bunga sebesar Suku Bunga Bank Indonesia + 1% per tahun dengan syarat pihak kedua telah membukukan laba.

Berdasarkan perjanjian pengalihan piutang No.1186/SDA/MRA.NSL/REI/Lgl/2024 tanggal 30 Oktober 2024, tentang persetujuan mengalihkan piutang, piutang RANS sebesar Rp73,7 miliar terhadap RPKSB dialihkan kepada Raffi Ahmad.

Adapun, utang RPKSB yang kemudian diambil alih Raffi Ahmad itu belakangan dilunasi pada 2025.

Manuver divestasi anak usaha dan pembayaran utang itu terjadi seiring dengan rencana Raffi Ahmad membawa RANS melantai di Bursa Efek Indonesia. 

Mengutip data per 8 Juli 2026 pukul 12.00 WIB, antrean pemesanan saham IPO RANS mencapai 1.092.166 single investor identification (SID). Tingginya antrean itu membuat IPO RANS oversubsribed.

Masa penjatahan saham berlangsung hari ini yang akan diikuti dengan distribusi saham pada 9 Juli 2026. Adapun, RANS akan melantai di BEI pada 10 Juli 2026.

(naw)

No more pages