Belum ada kabar resmi terkait klaim yang disampaikan oleh pelaku. Berbagai pakar juga belum dapat memverifikasi secara independen keseluruhan data.
Meski mengakui telah terjadi insiden keamanan, Accenture tidak mengkonfirmasi klaim pelaku terkait jumlah maupun jenis data yang berhasil diakses atau di eksfiltrasi.
Perusahaan belum juga mengungkap bagaimana pelaku memperoleh akses ke sistem maupun apakah data pelanggan turut terdampak dalam insiden tersebut.
Ini bukan kali pertama Accenture dikaitkan dengan insiden kebocoran data. Pada 2024, pelaku ancaman siber yang sama sempat mencoba menjual data karyawan Accenture yang berasal dari kebocoran pada pihak ketiga.
Sebelumnya, pada 2021, Accenture juga menjadi korban serangan ransomware yang dilakukan kelompok LockBit, yang mengklaim berhasil mencuri data dari sistem perusahaan.
Hingga kini, Accenture menyatakan telah menangani sumber permasalahan yang memicu insiden tersebut.
(wep)































