Logo Bloomberg Technoz

Kasus ini memicu perdebatan luas di media sosial China. Tagar terkait sengketa tersebut telah ditonton lebih dari 400 juta kali dan memicu puluhan ribu komentar dari warganet.

Sebagian pengguna media sosial membela Molly Tea. Mereka menilai desain yang digunakan perusahaan teh tersebut tidak sepenuhnya meniru Louis Vuitton dan berpendapat banyak motif yang dipakai merek-merek mewah Barat justru terinspirasi dari artefak budaya China.

Salah satu pengguna Weibo bahkan menulis bahwa "minum secangkir Molly Tea setiap hari" adalah bentuk dukungan terhadap perusahaan tersebut. 

"Sudahlah. Mereka hanya memanfaatkan fakta bahwa leluhur kita tidak mengajukan paten," tulis komentator tersebut.

Pengguna lain juga berpendapat bahwa bentuk geometris sederhana telah digunakan di berbagai peradaban sejak lama sehingga tidak bisa diklaim sebagai milik satu pihak.

"Bentuk geometris dasar seperti itu telah digunakan di mana-mana sepanjang sejarah, bukan hanya di Tiongkok,"ungkap komentar lain.

Namun, tidak sedikit pula warganet yang mendukung putusan pengadilan. Mereka menilai Louis Vuitton berhak melindungi hak kekayaan intelektualnya karena logo tersebut telah terdaftar secara sah. 

Menurut mereka, perusahaan lain tidak berhak menggunakan desain yang memiliki kemiripan, terlepas dari perbedaan bidang usaha.

(dec)

No more pages