Logo Bloomberg Technoz

Meski menawarkan penghematan, implementasi CNG secara massal tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. 

Sampel tabung gas CNG Merah Putih kapasitas 3 kg./dok. Lemigas

Saat ditanya mengenai kesiapan teknologi pendukung—termasuk kabar penggunaan teknologi tabung gas yang asal Jerman dan China—Bahlil menegaskan bahwa saat ini program tersebut masih dalam tahap pengujian ketat demi faktor keamanan.

"Itu masih dalam uji coba. Saya katakan beberapa kali, bahwa menyangkut dengan CNG itu dilakukan uji coba tahap ketiga. Kalau uji coba tahap ketiganya insya Allah berhasil, baru bisa kita implementasikan," jelas Bahlil.

Faktor keamanan menjadi fokus utama pemerintah mengingat karakteristik CNG yang memiliki tekanan jauh lebih tinggi ketimbang gas melon (LPG 3 kg) biasa.

"Karena apa? Karena tabung tiga kilonya itu kan tekanannya itu kan sekitar 200 sampai 250 bar. Ini kita harus hati-hati," tegasnya.

Bahlil menargetkan seluruh rangkaian pengujian ini akan rampung pada Juli. Jika berjalan sesuai rencana tanpa ada kendala teknis, pemerintah akan segera mengumumkan kelanjutan implementasi proyek CNG ini kepada publik pada Agustus mendatang.

"Nah, kalau sudah uji coba selesai, Insya Allah di bulan Juli ini selesai, baru kemudian kita umumkan ya. Tapi semuanya ini dalam proses tahapan uji coba yang ketiga ya," pungkas Bahlil.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan berdasarkan kajian awal, harga CNG 3 kg bakal lebih murah sekitar 30% dibandingkan dengan harga Gas Melon.

Dengan begitu, subsidi yang digelontorkan oleh pemerintah untuk CNG 3 kg dapat lebih rendah sekitar 30% dari total subsidi LPG saat ini.

Kendati demikian, Laode juga membuka opsi memberikan pengurangan beban tersebut terhadap harga jual yang diterima oleh masyarakat.

“Ada peluang bisa juga lebih rendah, tergantung simulasinya. [Hal] yang jelas, ya bisa juga,” kata Laode dalam diskusi publik di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026).

“Nah 30% penghematan itu adalah dengan konten yang sama. Dengan harga yang sama dengan LPG 3 kg, kita bisa menghemat 30% subsidinya lebih rendah daripada subsidi LPG. Nah, ini memang masih bisa disimulasikan lagi nanti ya, tetapi hitung-hitungan awal seperti itu,” tegas dia.

Laode juga mengungkapkan bakal terdapat pilot project atau proyek percontohan yang dijalankan di kota-kota besar di Pulau Jawa. Proyek percontohan tersebut ditargetkan mulai dijalankan tahun ini.

“Ditargetkan tahun ini bisa dikonsumsi masyarakat. Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa,” ujar Laode.

Dia juga sedang mengkaji penggunaan tabung CNG tipe 4 berukuran 3 kg, yakni tabung dengan bahan plastik atau polimer dan dibungkus dengan komposit atau carbon fiber serta fiberglass.

“Ini bukan di tahap kajian ya, ini sudah di tahap implementasi. Mengapa harus ada tabung ini, cuma tabung ini kan yang belum ada itu cuma tipe 4 untuk 3 kg. Itulah yang dikejar dalam waktu Pak Menteri, nanti kita sudah mulai memproduksi dalam jumlah yang lebih masif,” kata dia.

— Dengan asistensi laporan dari Azura Yumna Ramadani Purnama

(smr/ros)

No more pages