Korea Selatan sudah menghasilkan sekitar sepertiga listriknya dari tenaga nuklir, tetapi membutuhkan lebih banyak daya listrik untuk mendukung rencana investasi besar-besaran di pusat data dan kawasan industri cip semikonduktor.
Namun, pembangunan reaktor nuklir membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan sumber energi lain karena berbagai tantangan, termasuk hambatan regulasi dan kebutuhan konstruksi yang kompleks.
Reaktor modular kecil dirancang agar dapat dibangun lebih cepat, tetapi teknologi ini masih dalam tahap awal dan belum diterapkan secara luas dan secara komersial.
Korea Selatan sedang mengoordinasikan investasi setidaknya 1.350 triliun won dari perusahaan teknologi seperti Samsung Electronics Co dan SK Hynix Inc ke dalam sektor cip dan pusat data, demikian disampaikan Kementerian Perindustrian pekan ini.
(bbn)
































