Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah produsen utama di kawasan Teluk Persia kini tengah menggenjot produksi mereka dengan tempo yang cepat. Ekspor Arab Saudi, misalnya, dilaporkan telah melonjak mendekati level sebelum pecahnya perang seiring keberhasilan kerajaan tersebut meloloskan kapal-kapal tankernya melalui Selat Hormuz. Uni Emirat Arab—yang sempat keluar dari OPEC selama masa konflik berlangsung—juga dilaporkan telah memulihkan kembali arus ekspor minyak mereka.

Sebagai indikasi nyata bahwa produksi kini mulai melampaui permintaan pasar, timespread (selisih harga kontrak) untuk acuan minyak Brent dan Dubai telah berbalik membentuk pola bearish contango—suatu kondisi di mana kontrak berjangka bulan terdekat diperdagangkan lebih murah dibandingkan kontrak bulan-bulan berikutnya. Di pasar fisik, banyak minyak mentah berbagai kelas juga kini dijual dengan harga yang lebih murah daripada harga acuan dasarnya.

Sementara itu pada akhir pekan kemarin, Iran memulai prosesi pemakaman massal untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei melalui sebuah upacara akbar di Teheran. Khamenei gugur akibat serangan yang meluncur dari kubu AS dan Israel pada hari pertama meletusnya perang AS-Israel di akhir Februari lalu.

Pergerakan harga:

  • Minyak Brent untuk pengiriman September turun 0,5% menjadi US$71,73 per barel pada pukul 06.30 waktu Singapura.
  • Minyak WTI untuk pengiriman Agustus diperdagangkan di level US$68,40 per barel, turun 0,4% dibandingkan penutupan perdagangan Kamis, dengan pasar AS tutup pada Jumat karena hari libur.

(bbn)

No more pages