OPEC+ Siap Tambah Pasokan & Hormuz Lancar, Harga Minyak Turun
News
06 July 2026 06:40

Yongchang Chin - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia kembali turun seiring dengan lancarnya arus logistik energi di Selat Hormuz. Selain itu, sinyal dari aliansi OPEC+ yang bersiap menggenjot pasokan turut memperkuat kekhawatiran pelaku pasar akan terjadinya kelebihan suplai (glut).
Minyak mentah jenis Brent turun ke bawah level US$72 per barel, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) tertahan di kisaran US$68 per barel. Aktivitas pengiriman minyak dan gas di sepanjang koridor perairan Selat Hormuz yang dilindungi AS mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada hari Minggu kemarin. Pemulihan ini terjadi sehari setelah beberapa kapal sempat melakukan putar balik dan pengalihan rute tanpa alasan yang jelas di jalur energi vital tersebut.
Di tempat terpisah, negara-negara anggota OPEC+ sepakat untuk mendukung kenaikan moderat pada kuota produksi kolektif mereka untuk bulan depan. Tujuh negara yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia setuju untuk menambah pasokan sebesar 188.000 barel per hari, sebagai langkah lanjutan untuk melonggarkan pembatasan produksi yang diterapkan beberapa tahun lalu. Saat ini, tambahan barel tersebut memang masih di atas kertas, namun keputusan kelompok tersebut mempertegas ambisi mereka untuk menggenjot produksi seiring situasi di kawasan yang terus berangsur normal.
Harga minyak Brent sendiri telah jatuh sedalam 30% pada kuartal kedua tahun ini, menyusul tercapainya kesepakatan damai sementara antara Washington dan Teheran. Kesepakatan ini membuka jalan bagi pemulihan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz secara cepat, meskipun belum sepenuhnya pulih total. Berkaca pada kondisi tersebut, bank-bank di Wall Street memproyeksikan harga minyak masih berpotensi merosot lebih dalam pada paruh kedua tahun ini. Salah satunya Citigroup Inc yang memberikan sinyal bahwa harga minyak bisa kembali menyentuh level US$60 per barel pada akhir tahun nanti.






























