Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Menguat, Jadi yang Terbaik di Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
18 August 2026 18:25

Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (18/8/2026) dengan keberhasilan menguat di zona hijau terapresiasi 0,75% di posisi 6.449. Indeks Komposit juga sempat menyentuh level tertinggi 6.490 pagi–siang hari tadi.

Dengan pencapaian positif itu, IHSG mencatat kenaikan tertinggi pertama dan jadi juara di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, Selasa (18/8/2026).

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 18 Agustus 2026 (Bloomberg)

Volume transaksi tercatat menyentuh 33,65 miliar saham, dengan nilai jual–beli mencapai Rp14,83 triliun. Frekuensi terjadi sebanyak 2,18 juta kali diperjualbelikan. Posisi tertinggi IHSG sepanjang hari ini mencapai 6.490 sedang terendahnya 6.448.


Adapun 399 saham mengalami penguatan terbaiknya, dan 236 saham masih melemah. Sedang 159 saham tidak bergerak.

IHSG menjadi yang teratas dan juara satu di Bursa Asia, bersanding dengan KLCI (Malaysia), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), Shanghai Comp. (China), Hang Seng (Hong Kong), dan PSEi (Filipina), yang berhasil menguat masing–masing 0,43%, 0,26%, 0,19%, 0,07%, dan 0,05%.