Logo Bloomberg Technoz

Harga emas pun berpotensi menguat tiga hari beruntun. Selama tiga hari tersebut, harga terangkat lebih dari 4,41% point–to–point.

Laju kenaikan harga emas dunia didorong oleh sentimen terkait arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). Emas diuntungkan bila The Fed bersikap lebih dovish terhadap bunga acuan.

Probabilitas Federal Funds Rate Juli 2026 (Sumber: CME FedWatch)

Sebelumnya, dini hari tadi, kabar dari Negeri Paman Sam menjadi pengatrol harga emas. US Bureau of Labor Statistics mengumumkan perekonomian AS ‘hanya’ menciptakan 57.000 lapangan kerja non–farm payroll pada bulan Juni. Lebih rendah ketimbang Mei yang mencapai 110.000 dan menjadi yang terendah dalam empat bulan.

“Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari estimasi membuat isu penurunan suku bunga oleh The Fed kembali mengemuka, yang kemudian membuat harga emas naik. Ke depan, arah harga emas akan tergantung oleh data yang sedianya mendukung penurunan suku bunga,” tutur Ewa Manthey, Commodities Strategist di ING Bank NV, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.

Berikut pergerakan saham emas pada perdagangan siang hari ini, Jumat (3/7/2026):

  1. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menguat 10,81% ke posisi Rp1.025
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 6,16% ke posisi Rp2.930
  3. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 5,46% ke posisi Rp1.835
  4. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menguat 5,11% ke posisi Rp412
  5. PT Medco Energy Tbk (MEDC) menguat 4,72% ke posisi Rp1.110
  6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 4,42% ke posisi Rp5.900
  7. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 4,34% ke posisi Rp505

Kenaikan harga emas sejatinya bakal memberi keuntungan untuk emiten-emiten pertambangan dan/atau yang terkait dengan bisnis emas. Utamanya mereka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Baik secara langsung atau tidak langsung, nantinya akan ikut meningkatkan pendapatan perusahaan emiten emas.

Dalam jangka menengah, harga maupun permintaan emas masih berpeluang melanjutkan kenaikan kedepannya, juga sejalan dengan langkah Bank Sentral Federal Reserve/The Fed yang berpotensi menahan suku bunga acuannya pada pertemuan bulan Juli 2026.

Mengutip CME FedWatch tools, probabilitas suku bunga acuan Negeri Adidaya bertahan di 3,5–3,75% dalam rapat 29 Juli mencapai 82,4%. Lebih tinggi ketimbang minggu lalu yang sebesar 67,9%.

Jika mencermati terhadap kacamata analisis teknikal, ada kemungkinan harga bisa naik lagi menuju US$ 4.269 per troy ounce. Apabila level resistance ini berhasil break dengan volume yang tinggi, maka resistance potensial harga emas selanjutnya menuju US$ 4.331 mencapai US$ 4.482 per troy ounce.

Namun apabila tertekan profit taking nantinya, target support terdekat ada di US$ 4.153 hingga support US$ 4.067 per troy ounce yang menjadi Moving Average (MA) 10 teknikal harga emas. Dari sini, ada risiko untuk menguji level US$ 4.050 troy ounce.

(fad)

No more pages