Ekonom Soroti Pusat Finansial RI: Sistem Keuangan Belum Memadai
Mis Fransiska Dewi
03 July 2026 16:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom mewanti-wanti pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) terlalu dipaksakan padahal sejumlah sistem keuangan di Tanah Air belum memadai sebagai financial center seperti negara maju lainnya.
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan perbankan komersial yang ada di Indonesia masih minim memiliki jaringan internasional, investment bank, asuransi global, hingga private equity.
Padahal syarat menjadi financial center yang ideal seperti Singapura, Hongkong, Dubai, Abu Dhabi, Qatar dan Swiss adalah memiliki mata uang yang stabil, kepastian hukum, ekosistem keuangan yang handal dan lengkap serta lokasi yang mudah diakses dunia.
“Industri keuangan kita masih jauh dari memadai sebagai financial center. Aspek perbaikan iklim investasi dan ekosistem keuangan yang perlu ditekankan, mengingat saat ini ekosistem industri keuangan kita masih sangat buruk,” kata Wijayanto ketika dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Tak hanya itu, dia menilai sumber daya manusia (SDM) di sektor keuangan RI juga masih terbatas. Kemudian tren regulasi sektor keuangan Indonesia juga semakin anti dengan pasar lantaran pemerintah cawe-cawe terlalu dalam. Misalnya terkait penugasan bagi himpunan bank milik negara (Himbara), penentuan bunga kredit, independensi BI, hingga transparansi pasar modal.



























