Indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed tercatat melonjak 4,1% secara tahunan hingga bulan Mei lalu, menandai kenaikan tertinggi sejak April 2023. Laju kenaikan harga-harga barang ini telah bergerak lebih cepat melampaui target ideal The Fed yang dipatok di level 2% selama lebih dari lima tahun terakhir.
Di sisi lain, data yang dirilis pada hari Kamis kemarin menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja di AS melambat secara signifikan sepanjang bulan Juni. Lesunya pasar kerja ini dimotori oleh penurunan tajam pada angka penggajian di sektor pariwisata dan perhotelan, yang mencatatkan penurunan terbesarnya sejak tahun 2020.
Daly juga menyatakan bahwa dirinya terbuka untuk mempertimbangkan berbagai metode baru dalam menilai kondisi perekonomian. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kredibilitas The Fed dengan tidak mengubah target utama dari mandat mereka, yaitu menciptakan lapangan kerja maksimum dan menjaga stabilitas harga.
"Tidak, kami tidak akan memindahkan targetnya, tetapi kami pasti akan terus mempelajari, memodernisasi, dan bekerja lebih baik besok daripada apa yang kami lakukan hari ini," tegas Daly.
Langkah modernisasi ini sejalan dengan kebijakan Kevin Warsh, yang baru saja mengambil alih jabatan sebagai Gubernur The Fed pada bulan Mei lalu. Warsh diketahui telah membentuk sejumlah tim tugas khusus untuk mempelajari berbagai aspek operasional dan proses pengambilan kebijakan di internal The Fed, termasuk meninjau kembali basis data ekonomi yang selama ini digunakan.
(bbn)































