Menurut laporan dari media The Information, rencana yang dijajaki Anthropic tersebut sebenarnya masih berada dalam tahap awal. Perusahaan dilaporkan masih merumuskan fungsi apa saja yang harus dijalankan oleh prosesor tersebut, seberapa besar kekuatannya, serta bagaimana kecocokannya saat dipasang pada server. Kendati demikian, laporan ini menggarisbawahi bahwa lanskap kompetisi di ekosistem AI terus meluas untuk mendobrak posisi dominan yang selama ini dipegang oleh Nvidia Corp.
Sebelum aksi jual meluas, indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 sebenarnya sempat mendapat sentimen positif setelah data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS mulai mendingin pada bulan Juni. Data ini sempat memperkuat ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memiliki ruang untuk bersikap lebih longgar terkait kebijakan suku bunga acuan mereka. Namun, momentum pemulihan tersebut berjalan singkat karena aksi jual pada saham-saham semikonduktor justru bergerak semakin cepat dan menyeret jatuh indeks teknologi utama.
Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) pada hari Kamis menunjukkan bahwa nonfarm payrolls AS hanya bertambah 57.000 pada bulan lalu, menyusul adanya revisi penurunan angka performa untuk dua bulan sebelumnya. Di sisi lain, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2% yang disebabkan oleh merosotnya angka partisipasi angkatan kerja secara drastis.
Setelah rilisnya laporan ketenagakerjaan tersebut, tingkat imbal hasil (yield) obligasi AS serta nilai tukar dolar AS terpantau kompak melemah. Kondisi ini membuat para pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi mereka terhadap potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed, meskipun mereka tetap memproyeksikan setidaknya akan ada satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini.
"Kondisi pasar tenaga kerja yang masih ekspansif namun tidak lagi memanas, memberikan ruang bagi The Fed untuk tetap bersabar sembari mengevaluasi tekanan harga," jelas Andrew Dubinsky dari UBS Chief Investment Office. "Jika tren disinflasi berlanjut sesuai perkiraan, para pembuat kebijakan akan memiliki sedikit alasan untuk keluar dari posisi menahan suku bunga saat ini pada paruh kedua tahun ini."
Di Asia, pelemahan dolar AS turut mengangkat nilai tukar yen di tengah meningkatnya spekulasi bahwa pelemahan yen yang terus berlanjut dapat memicu intervensi baru dari pemerintah Jepang. Libur nasional di AS pada Jumat diperkirakan membuat volume perdagangan menjadi lebih tipis, sehingga berpotensi memperbesar dampak apabila Jepang benar-benar melakukan intervensi di pasar valuta asing.
(bbn)






























