Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Melemah Saat Mata Uang Asia Menguat

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 July 2026 15:09

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup sesi perdagangan hari ini (2/7/2026) dengan pelemahan 0,26% di level Rp17.994/US$, setelah sepanjang hari bergerak nyaris menyentuh level psikologis Rp18.000/US$. 

Pergerakan rupiah satu bulan terakhir, hingga Kamis (2/7/2026). (Bloomberg)

Pelemahan rupiah sedikit terpangkas setelah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) tertahan menjelang rilis data ketenagakerjaan (nonfarm payrolls) AS. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama menyusut 0,21% ke level 101,18 dari posisi tadi pagi 101,4. 

Pelemahan dolar AS membawa angin segar bagi sebagian mata uang Asia. Yen Jepang tercatat menguat paling tajam 0,63%, disusul ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Singapura, peso Filipina, yuan offshore, yuan China dan won Korea Selatan. Sementara itu, rupiah melemah paling dalam 0,26%, disusul dolar Taiwan, dan dolar Hong Kong. 

Pergerakan mata uang Asia, Kamis (2/7/2026). (Bloomberg)

Mata uang kawasan menyambut petunjuk Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, yang tidak memberikan sinyal jelas terkait langkah The Fed, apakah akan lebih hawkish atau dovish. Pasar berspekulasi, bahwa bank sentral AS sepertinya tak akan mengambil langkah hawkish secara terburu-buru setelah menahan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) di level 3,5%-3,75%.

Namun, tak semua mata uang kawasan menikmati euforia tersebut. Salah satunya, rupiah yang melemah paling dalam lantaran terjagal oleh data defisit neraca dagang pertama sejak April 2020.