Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Masih di Bawah Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 July 2026 09:21

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka melemah 0,14% ke Rp17.975/US$ pada Kamis (2/6/2026), seiring penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang persisten di 101,4. Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahan 0,2% ke Rp17.984/US$ pada 09:15 WIB. 

Dari kawasan, sebagian besar mata uang Asia bergerak di zona hijau. Ringgit Malaysia menguat paling tajam 0,2%, disusul baht Thailand, yuan offshore, yun China, dolar Singapura, yen Jepang, dolar Hong Kong dan peso Filipina yang lebih terbatas.

Sebaliknya, won Korea Selatan melemah bersama rupiah. 

Pergerakan mata uang Asia (Bloomberg)

Penguatan yang terjadi pada mayoritas mata uang Asia ditopang oleh meredanya kekhawatiran terhadap prospek kebijakan moneter AS, setelah pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang mengirim sinyal bahwa bank sentral AS belum terburu-buru menaikkan suku bunga. Prospek suku bunga yang lebih stabil mendorong perbaikan sentimen terhadap aset-aset berisiko di kawasan. 

Namun, penguatan itu tak dinikmati secara merata karena sebagian mata uang masih dibayangi sentimen domestik.