Logo Bloomberg Technoz

IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat di Kisaran 5.600-5.800

Cahya Puteri Abdi Rabbi
02 July 2026 08:10

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak di kisaran 5.600-5.800 pada perdagangan Kamis (2/7/2026), setelah ditutup menguat 0,92% ke level 5.695 pada perdagangan Rabu (1/7/2026).

Phintraco Sekuritas menyebut, indikator Stochastic RSI mulai mendekati area oversold, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) berpotensi membentuk death cross.

"IHSG diperkirakan berpeluang berkonsolidasi pada kisaran 5.600-5.800," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (2/7/2026).


Pada perdagangan sebelumnya, sektor energi menjadi penopang utama kenaikan indeks dengan menguat 2,61%. Sebaliknya, sektor transportasi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,91%. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,25% ke level Rp17.952 per dolar AS, seiring pelemahan mayoritas mata uang di Asia.

Dari sisi ekonomi, indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia turun menjadi 46,9 pada Juni 2026 dari 50 pada Mei. Level tersebut merupakan yang terendah sejak Juni 2025 dan mencerminkan kontraksi kedua pada tahun ini. Penurunan dipengaruhi oleh koreksi pesanan baru dan penjualan ekspor.