Logo Bloomberg Technoz

Kemhan soal Dugaan Penyebab Kematian 5 Peserta Latihan Militer

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 July 2026 06:30

Ilustrasi Latihan militer (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Latihan militer (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan terdapat beberapa dugaan penyebab lima Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia di sela Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menjelaskan dugaan pertama adalah karena kelelahan, perubahan pola hidup hingga faktor cuaca. Dia mengatakan kelima orang tersebut terbiasa menjalani aktivitas sebagai masyarakat sipil, tetapi kemudian berubah menjadi tinggal di barak militer. 

"Perubahan pola hidup ya, yang tadinya mungkin kehidupan sipil, masuk kehidupan ya di barak dan sebagainya yang mana semuanya harus disiplin nah itu mungkin juga mengagetkan juga. Selain juga faktor cuaca juga itu yang pertama," ujar Donny kepada awak media, Rabu (01/07/2026). 


Kedua, penyakit bawaan. Donny menggarisbawahi para peserta sebenarnya sudah mengikuti tes kesehatan dalam proses seleksi dan masih terdeteksi dalam batas aman. Namun, terdapat beberapa faktor yang pada akhirnya menyebabkan peserta meninggal dunia. Ketiga, dipengaruhi kondisi jantung dan paru-paru. Donny menjelaskan faktor peserta meninggal karena paru-patu hanya terjadi pada peserta yang mengikuti Latsarmil di DKI Jakarta. Sementara, kondisi jantung terjadi pada peserta di Baturaja, Balikpapan dan Singkawang. 

Atas insiden ini, Kementerian Pertahanan sebagai bagian dari Panitia Seleksi Nasional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih memutuskan untuk mengubah format Latihan Dasar Militer (Latsarmil).