Logo Bloomberg Technoz

Alasan Asset Under Management INA Mendatar

Nyoman Ary Wahyudi
01 July 2026 20:30

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aset kelolaan atau asset under management (AUM) Indonesia Investment Authority (INA) mendatar selama tiga tahun belakangan.

INA mencatat AUM mencapai Rp146,2 triliun pada akhir 2025, naik tipis dari posisi aset kelolaan tahun sebelumnya sebesar Rp144,3 triliun. Kendati demikian, posisi AUM akhir 2025 itu minus 1,02% dari posisi aset kelolaan akhir 2023 lalu.

Chief Financial Officer INA Eddy Porwanto menuturkan tren pendataran pada nilai aset kelolaan INA belakangan disebabkan karena volatilitas pasar modal sepanjang 2025.


“Tahun 2025 itu kan sebetulnya pasar modal volatil, porsi dari saham BBRI dan BMRI itu cukup besar di neraca kita,” kata Eddy saat temu media di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Koreksi saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) itu belakangan ikut menekan aset yang kemudian tercermin dari posisi AUM INA.