Fokus pada pembiayaan UMKM juga menjadi salah satu kekuatan utama model bisnis BRI. Portofolio kredit yang tersebar pada jutaan debitur mikro membuat risiko pembiayaan lebih terdiversifikasi, sehingga memberikan ketahanan yang lebih baik terhadap berbagai dinamika ekonomi dibandingkan konsentrasi pembiayaan pada segmen tertentu.
Fundamental keuangan perseroan pun tetap berada pada level yang kuat. Hingga akhir 2025, BRI membukukan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,06%, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 8%. Kondisi permodalan yang sehat tersebut memberikan ruang yang luas bagi perseroan untuk terus memperbesar penyaluran kredit, khususnya kepada sektor UMKM.
Di sisi lain, total aset BRI terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pada 2025, aset perseroan meningkat 7,18% secara tahunan menjadi Rp2.135,37 triliun, mencerminkan fundamental perusahaan yang kokoh serta kemampuan menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Kombinasi antara kekuatan permodalan, pertumbuhan aset, serta konsistensi dalam memperluas akses pembiayaan kepada jutaan pelaku UMKM menjadikan BRI tidak hanya sebagai institusi keuangan terbesar di segmen mikro, tetapi juga sebagai salah satu motor penggerak inklusi keuangan dan pembangunan ekonomi nasional.
Apresiasi Top Company for Indonesia's SME semakin menegaskan posisi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai mitra utama UMKM Indonesia. Melalui penyaluran pembiayaan yang berkelanjutan, penguatan fondasi bisnis, dan komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat, BRI terus memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
(tim)




























