Langkah ini merupakan bagian dari upaya terbaru Eropa untuk menghadapi praktik perdagangan China yang dinilai para pemimpin kawasan telah merugikan perekonomian benua tersebut. Namun, Eropa juga berada dalam posisi yang sulit. Setiap langkah terhadap Beijing hampir pasti akan memicu aksi balasan yang dapat membahayakan akses Eropa ke pasar China yang sangat penting. Karena itu, untuk sementara waktu para pejabat lebih memilih jalur dialog.
"Tren ini tidak berkelanjutan dan mempertahankan kondisi saat ini bukanlah pilihan," kata Sefcovic. Ia mencatat bahwa pernyataan bersama yang diterbitkan UE dan China pada Senin merupakan yang pertama sejak 2019. "UE tetap terbuka untuk berbisnis, tetapi kami perlu melindungi basis industri kami sekaligus terus mendorong terciptanya persaingan yang setara di tingkat global."
Tenggat waktu Oktober tersebut bertepatan dengan pertemuan para pemimpin UE yang dijadwalkan pada 15 Oktober, serta berlangsung tidak lama setelah Presiden China Xi Jinping diperkirakan mengunjungi AS pada September. Jadwal itu juga berdekatan dengan berakhirnya masa penangguhan kebijakan pembatasan ekspor mineral kritis China.
"Kami ingin mengetahui arah yang akan ditempuh, bagaimana kami akan menangani berbagai persoalan yang diajukan, dan bekerja secara sangat intensif untuk menyelesaikan seluruh isu perdagangan tersebut," ujar Sefcovic.
Defisit perdagangan UE dengan China mencapai 360 miliar euro pada tahun lalu, dengan seluruh 27 negara anggota mengalami ketidakseimbangan tersebut. Brussel juga khawatir Beijing telah memiliki pengaruh yang terlalu besar terhadap perusahaan-perusahaan Eropa yang bergantung pada pasokan dari China, seperti semikonduktor dan mineral tanah jarang.
Di tengah proses negosiasi yang dipimpin Sefcovic, Komisi Eropa sebagai badan eksekutif UE tengah menyiapkan rencana untuk mengakhiri ketergantungan perusahaan-perusahaan Eropa pada pasokan dari China. Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa proposal tersebut diperkirakan akan diumumkan pada musim gugur tahun ini.
Para pemimpin UE telah meminta Komisi Eropa menyusun usulan tersebut dalam pertemuan puncak Juni lalu, setelah mengakui bahwa bertahun-tahun dialog dengan China belum membuahkan hasil berarti. Meski demikian, para pemimpin kawasan masih berbeda pandangan mengenai seberapa keras sikap yang harus diambil terhadap Beijing.
"Pertanyaannya bukan lagi apakah Eropa harus merespons, karena jawabannya adalah harus," kata Perdana Menteri Belgia Bart de Wever awal bulan ini. "Pertanyaannya adalah bagaimana caranya, dan itu merupakan persoalan yang sangat sulit serta membutuhkan banyak pertimbangan."
China telah memperingatkan akan mengambil langkah balasan jika UE memberlakukan pembatasan perdagangan baru. Selama akhir pekan, sebuah akun media sosial yang berafiliasi dengan China Central Television (CCTV), media pemerintah China, menyatakan bahwa negara itu siap menghadapi kemungkinan pembekuan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan UE apabila diperlukan.
Respons Eropa sebagian akan bergantung pada sikap Jerman. Selama ini Berlin lebih memilih dialog dengan Beijing dan pada Oktober 2024 menolak tarif UE terhadap kendaraan listrik asal China. Namun, perusahaan-perusahaan Jerman, terutama di sektor otomotif, kimia, dan teknologi ramah lingkungan, kini menghadapi tekanan berat dari para pesaing asal China.
Volkswagen AG dikabarkan berencana memangkas 100.000 tenaga kerja dan berpotensi menutup sejumlah pabrik. Awal bulan ini, BMW AG juga memangkas proyeksi profitabilitasnya dengan alasan lemahnya permintaan dan semakin ketatnya persaingan di pasar China.
Pengiriman mobil Jerman ke China turun sepertiga sepanjang 2025, sehingga nilainya kini lebih dari 50% di bawah puncaknya pada 2022 yang mencapai sekitar 30 miliar euro, berdasarkan analisis German Economic Institute.
Selama akhir pekan, Menteri Ekonomi Jerman Katherina Reiche juga bertemu dengan Wang sebagai tindak lanjut dari kunjungannya ke China pada Mei lalu. Kementerian Ekonomi Jerman menyatakan bahwa Reiche menyampaikan keinginannya untuk mempererat kerja sama dengan Beijing, namun menegaskan bahwa pasar yang terbuka hanya dapat terwujud apabila terdapat persaingan yang setara.
(bbn)






























