Mengintip Seluk-beluk Biodiesel B50, Implementasi Dimulai Juli
Sabrina Mulia Rhamadanty
30 June 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah Indonesia memastikan program mandatori biodiesel B50 atau pencampuran 50% bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit dengan 50% minyak solar akan resmi diluncurkan pada Juli 2026.
Kepastian B50 juga telah diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan optimismenya terhadap implementasi bahan bakar ramah lingkungan ini sebagai langkah strategis nasional untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar impor demi terwujudnya swasembada energi.
“Juli ini, beberapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 [adalah] solar [yang] akan kita olah dari kelapa sawit 50%. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri saudara-saudara,” ungkap Prabowo dalam pidatonya pada acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Senada dengan Presiden, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggarisbawahi dampak langsung dari kebijakan ini terhadap neraca perdagangan energi nasional.
“Jadi insyaallah kami sangat optimistis untuk implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti pada 1 Juli 2026. Maka itu, kita akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar khususnya C48 [CN 48] ya,” kata Bahlil kepada awak media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (18/6/2026).




























