Logo Bloomberg Technoz

Zhejiang Zhongtuo adalah perusahaan milik negara di bawah pemerintah provinsi Zhejiang, yang terdaftar di bursa saham Shenzhen.

Perusahaan ini bergerak di bidang jasa integrasi rantai pasokan, dengan produk utamanya termasuk rantai pasok untuk logam besi dan nonbesi.

PKPU Sementara

Pada perkembangan lain, PT GNI mengonfirmasi sedang ditempatkan dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, sesuai dengan putusan perkara nomor 140/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Manajemen GNI mengungkapkan, sebelum adanya putusan tersebut, perseroan telah melakukan upaya penyelesaian secara musyawarah dengan para pemohon melalui proses negosiasi.

Perseroan mengklaim kegiatan operasional smelter GNI bakal diusahakan berjalan normal, meskipun terdapat proses PKPU yang berlangsung.

“GNI menghormati dan akan melaksanakan seluruh ketentuan yang ditetapkan dalam putusan pengadilan tersebut. Proses PKPU merupakan mekanisme hukum Indonesia yang memberikan kesempatan kepada debitur dan para kreditur untuk mencapai penyelesaian kewajiban melalui proses restrukturisasi yang terukur, transparan, dan adil,” kata perwakilan manajemen GNI dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

Menyadur pernyataan dalam laman resmi perusahaan, GNI merupakan perusahaan pengolahan dan pemurnian atau smelter bijih nikel yang berdiri sejak 2019.

Perusahaan ini dimiliki oleh seorang pengusaha asal China, Tony Zhou Yuan. Selain itu, perusahaan ini juga terafiliasi dengan konglomerasi baja ternama asal China, yakni Jiangsu Delong Nickel Industry Co Ltd yang dimiliki oleh Dai Guofang.

Jiangsu Delong, dalam perkembangannya, tumbang akibat permasalahan finansial di China.

Peresmian PT GNI dilakukan pada 2021 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan nilai investasi sekitar US$2,7 miliar.

Adanya proyek ini juga sejalan dengan ambisi program penghiliran nikel yang digaungkan pemerintah pada saat itu.

Tak pelak, proyek ini juga masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021, yang tergabung dalam proyek bersama PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

Operasi PT GNI terletak di di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Dengan menggunakan teknologi pirometalurgi atau rotary kiln electric furnace (RKEF), smelter GNI memiliki kapasitas produksi 1,9 juta nickel pig iron (NPI) per tahun.

Selain itu, perusahaan menghasilkan produk feronikel yang kemudian diolah menjadi bahan baku yang digunakan untuk produksi baja nirkarat dan industri besi paduan nikel.

PT GNI juga berkolaborasi dengan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), yang merupakan anggota holding BUMN sektor pertambangan, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID).

Kerja sama tersebut dilakukan dengan adanya perjanjian pendahuluan atau heads of agreement (HoA) kedua perusahaan dengan 1 perusahaan lain bernama Alchemist Metal Industry Pte Ltd pada Mei 2021, yakni untuk pengembangan bisnis smelter di kawasan Konawe Utara dan Morowali Utara.

Selain akibat tekanan harga nikel yang terus turun, bisnis PT GNI dikabarkan terimbas oleh kejatuhan induk usahanya di China, Jiangsu Delong, akibat gagal bayar utang.

Adapun, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengungkapkan pendanaan baru PT GNI kemungkinan rampung pada Agustus 2025.

Dia mengatakan jadwal rapat PT GNI dengan krediturnya dijadwalkan pada pertengahan Agustus 2025.

“Kami dapat kabar, baru pertengahan Agustus ini rapatnya terjadwal,” kata Setia ketika dimintai konfirmasi, dikutip Selasa (12/8/2025).

Sebelumnya, Setia menegaskan hingga proses pendanaan oleh investor baru tersebut rampung, PT GNI masih menjadi entitas anak usaha Jiangsu Delong, yang notabene sedang diterpa isu keuangan di negara asalnya China sejak tahun lalu.

“Selama proses transisi, pendanaan masih berasal dari Jiangsu Delong.”

Setia mengelaborasi bahwa pada 18 Januari 2025, PT GNI melakukan kebijakan pergantian atau serah terima manajemen perusahaan.

(azr/wdh)

No more pages