Secara keseluruhan, sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 atau sekitar 18,7% dari total tenaga kerja di Indonesia.
Sebaran tenaga kerja terbesar berada di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan kontribusi mencapai 57,81% dari total tenaga kerja ekonomi kreatif nasional.
Sementara itu, sekitar 75% pekerja ekonomi kreatif berada di wilayah perkotaan dan 25% di perdesaan. Berdasarkan generasi, pekerja didominasi generasi milenial sebesar 36,63%, disusul Generasi X 27,94%, dan Generasi Z 26,40%.
Amalia mengatakan dominasi generasi muda juga terlihat pada sejumlah subsektor berbasis inovasi, seperti aplikasi dan pengembang gim serta arsitektur dan desain.
"Pada subsektor aplikasi dan game developer, lebih dari 70% tenaga kerjanya berasal dari Generasi Z dan generasi milenial. Sementara pada subsektor arsitektur dan desain, hampir 80% pekerjanya juga berasal dari Generasi Z dan generasi milenial," tuturnya.
Ia menilai besarnya porsi generasi muda tersebut menunjukkan ekonomi kreatif telah menjadi salah satu sektor yang mendorong perubahan dalam cara masyarakat bertransaksi dan menjalankan aktivitas ekonomi.
"Sektor ekonomi kreatif telah menjadi pelaku sekaligus saksi dari perubahan besar dalam cara kita melakukan transaksi dan aktivitas ekonomi," tutup Amalia.
(dec)






























