Logo Bloomberg Technoz

Isu Batu Bara Pembangkit: Tak Semua PLTU Butuh Kalori Medium

Sabrina Mulia Rhamadanty
29 June 2026 13:50

Asap keluar dari cerobong PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Asap keluar dari cerobong PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Bidang Hubungan Industri dan Asosiasi Industri Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Ardhi Ishak Koesen mengatakan tidak semua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) membutuhkan pasokan batu bara kalori menengah sebagai bahan bakar utama.

“Sebenarnya tidak semua PLTU PLN membutuhkan batu bara kalori menengah ini. [Pembangkit listrik] yang memerlukan adalah PLTU dengan teknologi terkini yaitu ultra supercritical [USC],” ungkap Ardhi saat dihubungi, Senin (29/6/2026). 

Sebagai informasi, PLTU USC adalah pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan teknologi boiler canggih dengan tekanan dan suhu uap air di atas titik kritisnya yaitu di atas tekanan 22,1 megapascal (MPa) dan suhu 374°C.


Adapun, kelebihan utama dari pembangkit jenis ini adalah emisi karbon yang dihasilkan akan lebih rendah dibandingkan dengan jenis PLTU lain. 

“Contoh PLTU USC kalau di Indonesia itu adalah PLTU Tanjung Jati B, PLTU Batang, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10,” jelas Ardhi. 

PLTU Paiton di Probolingggo, Jawa Timur./dok. PLN