Logo Bloomberg Technoz

Purbaya mengungkapkan, antusiasme datang dari berbagai institusi keuangan besar di China, termasuk bank-bank milik negara yang ingin berpartisipasi sebagai investor sekaligus penjamin emisi (underwriter).

“Ada bank besar yang terlambat masuk. Mereka bilang punya dana sangat besar dan ingin ikut. Kami juga memberi kesempatan mereka menjadi underwriter supaya penjualan bond Indonesia semakin luas di sana,” ujarnya.

Selain bertujuan memperluas basis investor, penerbitan panda bond menjadi bagian dari strategi pemerintah mendiversifikasi sumber pembiayaan negara agar tidak lagi terlalu bergantung pada dolar Amerika Serikat.

Pemerintah berencana memanfaatkan skema Local Currency Transaction (LCT) sehingga dana hasil penerbitan obligasi dalam yuan dapat langsung dikonversi menjadi rupiah melalui mekanisme kerja sama bank sentral kedua negara.

“Ketergantungan kita terhadap dolar akan semakin sedikit dan akan mengurangi tekanan ke rupiah,” jelasnya.

Lebih jauh, Purbaya menilai optimalisasi skema LCT berpotensi memperkuat posisi cadangan devisa Indonesia secara efektif karena adanya fasilitas kerja sama antarbank sentral.

“Kalau LCT betul-betul jalan, secara de facto seolah-olah cadangan devisa kita bertambah karena akses likuiditas menjadi lebih mudah. Artinya ketergantungan kita terhadap dolar akan lebih bisa ditekan dan rupiah akan lebih stabil,” pungkasnya.

(mef/ell)

No more pages