USAFi ditujukan bagi investor di luar AS dan akan diluncurkan di bawah pengawasan Otoritas Pengatur Aset Virtual Dubai (Virtual Assets Regulatory Authority), yang dikenal sebagai VARA. Securitize, yang didukung oleh BlackRock, akan menyediakan teknologi tokenisasi, dan token tersebut diperkirakan akan diperdagangkan di bursa yang diatur oleh VARA.
Langkah ini merupakan perkembangan terbaru dalam transisi bertahap yang dilalui Roubini, yang selama bertahun-tahun mengkritik mata uang kripto.
Roubini pernah menyebut Bitcoin sebagai “bubble yang terwujud dengan sendirinya,” dan berpendapat bahwa Bitcoin bukanlah sistem pembayaran yang efektif maupun penyimpan nilai yang andal.
Ia kemudian bergabung dengan Atlas Capital untuk mengembangkan serangkaian produk keuangan, termasuk aset yang ditokenisasi yang dimaksudkan untuk berfungsi sebagai pengganti dolar.
Namun, meskipun Bitcoin dan sebagian besar mata uang kripto bersifat spekulatif, rentan penipuan, dan merupakan pengganti uang atau penyimpan nilai yang buruk, teknologi blockchain yang mendasarinya terbukti lebih berguna, kata Roubini dalam sebuah wawancara.
“Bitcoin dan koin kripto lainnya bukanlah mata uang. Mereka bahkan bukan penyimpan nilai yang baik. Kita membutuhkan agunan yang lebih baik, aset cadangan yang lebih baik, dan penyimpan nilai yang lebih baik,” kata Roubini.
Pada hari Selasa, Roubini dan rekan-rekannya di Atlas Capital menerbitkan sebuah makalah yang menjelaskan apa yang mereka sebut sebagai “technodollars,” yaitu produk investasi berbasis blockchain yang didukung oleh aset tradisional.
Makalah tersebut berpendapat bahwa produk semacam itu dapat memenuhi beberapa fungsi yang diinginkan oleh para pendukung kripto sambil tetap mengandalkan aset dengan nilai yang sudah mapan.
Minat terhadap aset yang ditokenisasi telah tumbuh pesat di seluruh industri keuangan. Nilai aset yang ditokenisasi telah meningkat menjadi sekitar US$32 miliar dari sekitar US$6 miliar pada awal tahun 2025, menurut penyedia data rwa.xyz. Perusahaan-perusahaan seperti BlackRock Inc. dan JPMorgan Chase & Co. telah memperluas upaya mereka untuk menghadirkan produk keuangan tradisional ke platform berbasis blockchain.
Para pendukung berpendapat bahwa tokenisasi dapat membuat produk investasi lebih mudah diakses oleh investor di luar sistem keuangan tradisional. Deepa Raja Carbon, direktur pelaksana dan wakil ketua VARA, mengatakan bahwa teknologi ini dapat memperluas akses ke kelas aset yang secara historis hanya tersedia bagi sekelompok investor yang relatif kecil.
(bbn)





























