Namun secara fundamental, pijakan buat emas masih rapuh. Sebab, dunia sepertinya tengah berada dalam iklim suku bunga tinggi.
Di Amerika Serikat (AS), bank sentral Federal Reserve memang masih mempertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75% dalam rapat bulan ini. Namun Gubernur Kevin Warsh menegaskan bahwa The Fed di bawah komandonya akan berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga, mengingat inflasi di Negeri Adikuasa masih jauh di atas target 2%.
Oleh karena itu, rasanya kenaikan suku bunga acuan sulit untuk dihindari. Berdasarkan dot plot terbaru, mayoritas pejabat The Fed memperkirakan suku bunga acuan akan naik setidaknya sekali pada tahun ini.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
“Emas menghadapi situasi yang sulit karena nada The Fed yang hawkish, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi, dan gangguan teknikal karena harga sempat berada di bawah level psikologis US$ 4.000/troy ons. Reli harga emas menjadi rawan hilang,” kata Christopher Wong, Strategist di Oversea-Chinese Banking Corp, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (26/6/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkorekeksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 32. RSI di bawah 30 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 38. Menghuni area jual (long) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan bisa naik lagi. Cermati pivot point di US$ 4.029/troy ons.
Dari sini, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.095/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.099-4.181/troy ons. Target paling optimistis ada di US$ 4.255/troy ons.
Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 3.998/troy ons rasanya bisa menjadi support terdekat. Jika tertembus, maka bisa mengarah ke US$ 3.984-3.933/troy ons.
Target paling pesimistis adalah US$ 3.779/troy ons.
(aji)

























