Logo Bloomberg Technoz

Akan tetapi, nilai tukar rupiah kembali melemah 0,12% ke level Rp17.965/US$, dalam sesi perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi. 

Rully berpandangan, BI sejatinya sudah berusaha sangat keras untuk mempertahankan stabilitas rupiah, baik melalui kenaikan suku bunga, intervensi di pasar valuta asing (valas), maupun pemanfaatan berbagai instrumen operasi moneter. 

Namun demikian, tekanan terhadap rupiah saat ini lebih banyak datang dari kombinasi dolar AS yang sangat kuat, karena spekulasi bahwa Federal Fund Rate (FFR) akan dinaikkan pada September 2026. 

Dia menjelaskan, yang dibutuhkan pasar saat ini adalah jangkar ekspektasi yang jelas bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama serta didukung koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal.

Dari sisi komunikasi, BI perlu terus menegaskan konsistensi arah kebijakan, kecukupan cadangan devisa dan instrumen stabilisasi, serta komitmen untuk menjaga agar pelemahan rupiah tidak berujung pada lonjakan inflasi maupun gangguan stabilitas sistem keuangan.

“Saya melihat BI selama ini sudah sangat aktif dan konsisten mengomunikasikan kebijakannya, termasuk berkali‑kali menegaskan komitmen terhadap stabilitas rupiah dan kesiapan menggunakan seluruh instrumen yang dimiliki. Itu hal yang positif dan penting sebagai dasar kepercayaan pasar,” jelas dia. 

Pelemahan rupiah di level Rp17.965/US$, dalam sesi perdagangan pagi ini dipicu oleh penguatan dolar AS di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga AS, FFR, setidaknya dua kali hingga akhir tahun ini, sebanyak 50 bps. 

Ekspektasi pasar menilai bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga lantaran, bank sentral AS ingin mengendalikan angka inflasi domestik kembali ke jalur target. 

Namun, dampak penguatan dolar AS ini tak merata pada mata uang kawasan. Ringgit Malaysia misalnya, justru melesat 0,52% tertopang oleh data pertumbuhan Foreign Direct Investment (FDI) sebesar 42,1%. 

Peso Filipina, yen Jepang, baht Thailand, dolar Singapura menyusul di zona hijau. Sedangkan, won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan rupiah melemah tertekan sejumlah sentimen.

Bloomberg Technoz telah meminta konfirmasi ihwal langkah penguatan rupiah ke Deputi Senior BI Destry Damayanti serta Direktur Eksekutif BI Ramdan Denny Prakoso Ramdan Denny Prakoso. Hanya saja, permohonan konfirmasi tidak ditanggapi sampai berita tayang.

(mfd/ell)

No more pages