Kerusakan pada kilang-kilang di seluruh negeri, termasuk serangan terhadap pabrik Gazprom Neft di Moskwa, memicu pembelian bahan bakar secara panik, mendorong kenaikan harga dan kelangkaan di beberapa SPBU di banyak wilayah.
Hal itu mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan pembatasan penjualan bensin dan mengimbau warga agar tidak menimbun bahan bakar dalam jeriken.
Data badan statistik menunjukkan bahwa kenaikan harga solar meningkat menjadi 2,7% dari 0,8% pada pekan sebelumnya. Akibatnya, inflasi tahunan meningkat menjadi 5,8% dari 5,3% pada Mei, menurut Kementerian Ekonomi.
Kenaikan harga bahan bakar di SPBU memperparah beban ekonomi akibat perang di Ukraina yang semakin dirasakan oleh warga Rusia. Biaya bensin yang terus tinggi tidak hanya menekan anggaran rumah tangga, tetapi juga akan berdampak pada biaya produksi dan transportasi di berbagai jenis barang.
Hal itu akan mempersulit upaya penurunan inflasi yang telah lama dinantikan, sehingga menambah kekhawatiran di kalangan bank sentral.
“Serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia semakin menjadi masalah makroekonomi yang berkelanjutan bagi Moskwa,” tulis Liam Peach, ekonom senior di Capital Economics, dalam catatan. Hal itu menambah tekanan baik dari sisi inflasi maupun fiskal, katanya.
Wali Kota Kaluga, sekitar 190 kilometer di barat daya Moskwa, mengatakan pekan ini bahwa ia tidak dapat mengisi bahan bakar mobilnya karena antrean panjang di SPBU dan upaya warga untuk menimbun bahan bakar.
Pasokan dan harga bahan bakar semakin menjadi masalah serius bagi pemerintah federal, bukan hanya bagi para pemimpin daerah. Wakil Perdana Menteri Alexander Novak melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin pada Selasa mengenai langkah-langkah yang bertujuan meningkatkan pasokan selama musim puncak permintaan musim panas dan mengendalikan harga.
Menyebut situasi tersebut “sulit tetapi masih terkendali,” Novak mengatakan Rusia sedang mempertimbangkan larangan penuh ekspor solar dan sedang memperkenalkan insentif untuk impor bahan bakar, termasuk pengurangan pajak.
Anggota parlemen pada Rabu mengesahkan amandemen Kode Pajak yang dirancang untuk meningkatkan pasar bensin domestik, lapor kantor berita Interfax.
Namun, sekitar 75% wilayah di Rusia kini mengalami pembatasan pasokan atau gangguan pasokan, setelah otoritas di wilayah Bryansk, Kursk, Lipetsk, Samara, dan Tyumen memberlakukan pembatasan terhadap pengemudi.
Drone Ukraina telah menyerang kilang-kilang minyak Rusia setidaknya 47 kali sejak awal tahun ini, dibandingkan dengan 82 kali sepanjang tahun 2025, menurut penghitungan Bloomberg berdasarkan pernyataan publik dari kedua negara.
Produksi produk minyak anjlok 13,5% pada Mei setelah turun 9,1% pada April, penurunan paling tajam sejak setidaknya tahun 2015, menurut data dari badan statistik yang diterbitkan pada Rabu.
Produksi bensin pada paruh pertama bulan ini turun 15% dibandingkan tahun sebelumnya dan 9% dibandingkan bulan sebelumnya, menurut seseorang yang mengetahui data tersebut dan meminta tidak disebutkan namanya karena data tersebut tidak dipublikasikan.
“Kenaikan harga bensin juga dapat memengaruhi ekspektasi inflasi karena bahan bakar merupakan produk yang sangat sensitif bagi rumah tangga maupun bisnis,” kata Nabiullina setelah keputusan suku bunga pekan lalu.
(bbn)




























