Logo Bloomberg Technoz

Kemenhub Jajaki China-Rusia untuk Proyek Kereta Trans-Kalimantan

Pramesti Regita Cindy
07 August 2026 07:20

Kereta Api Nusantara Explore milik PT KAI. (Dok PT KAI)
Kereta Api Nusantara Explore milik PT KAI. (Dok PT KAI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali menjajaki kerja sama dengan China dan Rusia untuk mengembangkan proyek Kereta Trans-Kalimantan.

Di saat yang sama, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan jaringan Kereta Trans-Sumatra yang dinilai lebih siap karena sebagian jalurnya telah tersedia.

"Kami menindaklanjuti apa yang disampaikan Presiden, kami sudah berkoordinasi dengan KAI. KAI sudah menyiapkan peta jalannya nanti kemudian dari sana kami berharap bahwa ada investasi baik dalam negeri maupun luar negeri yang apa untuk menggarap Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan," kata Dudy usai menghadiri agenda Pertemuan Presiden RI dengan 150 Periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026)


Lebih jelasnya, Dudy menuturkan bahwa untuk proyek Kereta Trans Sumatra memiliki keunggulan karena sebagian jaringan rel telah tersedia sehingga hanya memerlukan penyambungan antarruas. 

Sementara itu, pembangunan Kereta Trans-Kalimantan harus dimulai dari awal karena hingga kini belum memiliki jaringan kereta api. Dengan demikian, guna merealisasikan proyek tersebut, Kemenhub kembali membuka komunikasi dengan calon investor, termasuk China dan Rusia.