“Jika data inflasi berikutnya tidak menunjukkan perbaikan, maka The Fed sepertinya harus menaikkan suku bunga acuan pada September, atau bahkan Juli,” tulis catatan Evercore ISI, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% pada rapat Juli sudah mencapai 34,2%. Sedangkan dalam rapat September, kemungkinannya menjadi 49,7%.
Bahkan investor menilai ada peluang suku bunga acuan Negeri Paman Sam dikerek hingga 50 bps ke 4-4,25% dalam rapat Komite Pembuat Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) September. Kemungkinannya adalah 16,7%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (25/6/2026)? Apakah mungkin bisa terjadi koreksi tiga hari berturut-turut?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 31. RSI di bawah 30 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 35. Menghuni area jual (long) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan bisa naik. Koreksi yang sudah cukup dalam bisa melahirkan peluang technical rebound.
Cermati pivot point di US$ 4.029/troy ons. Dari sini, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.093/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5.
Resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.125-4.185/troy ons. Target paling optimistis ada di US$ 4.255/troy ons.
Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 3.997/troy ons rasanya bisa menjadi support terdekat. Jika tertembus, maka bisa mengarah ke US$ 3.970-3.933/troy ons.
Target paling pesimistis adalah US$ 3.779/troy ons.
(aji)




























