Logo Bloomberg Technoz

Penyebab koreksi harga emas adalah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter. Deutsche Bank AG dan BofA Global Research merevisi perkiraan mereka, yang kini memasukkan kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) pada September tahun ini.

“Perubahan proyeksi atas kebijakan Federal Reserve akibat masih kuatnya data ekonomi AS menjadi faktor utama yang membuat harga emas turun,” tulis catatan Deutsche Bank, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Deutsche Bank memperkirakan harga emas pada kuartal III-2026 akan berada di US$ 4.300/troy ons, terpangkas lebih dari 20% ketimbang proyeksi sebelumnya. Untuk kuartal IV-2026, harga emas diramal ke US$ 4.800/troy ons.

Plus, Deutsche Bank memperkirakan tidak ada penurunan Fed Funds Rate untuk tahun ini.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.

(aji)

No more pages