Harga Emas Tembus US$4.400, Investor Fokus pada Data Inflasi AS
News
11 August 2026 08:10

Robin Paxton - Bloomberg News
Bloomberg, Harga emas menembus US$4.400 per ons menjelang rilis data inflasi utama AS yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai sikap Federal Reserve terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga.
Harga emas naik tipis pada perdagangan awal setelah menguat 3,6% dalam dua sesi sebelumnya. Pembelian berbasis analisis teknikal meningkat setelah harga emas menembus rata-rata pergerakan 100 hari pada Senin, menjadi sinyal lain pemulihan harga setelah investor mulai kembali membeli saat harga turun dan arus dana masuk ke exchange-traded fund (ETF) berbasis emas di China meningkat.
Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS terbaru yang akan dirilis pada Rabu. Indeks harga konsumen (CPI) yang menjadi perhatian pasar diperkirakan naik 0,1% pada Juli setelah turun 0,4% pada bulan sebelumnya, berdasarkan proyeksi median dalam survei Bloomberg terhadap ekonom. Setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lemah pada Jumat, perlambatan pertumbuhan harga dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi di kalangan pejabat The Fed.
Namun, tekanan terhadap bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga, yang menjadi sentimen negatif bagi emas karena aset ini tidak memberikan bunga akan meningkat jika harga energi tetap tinggi. Harga minyak mempertahankan kenaikan selama tiga hari pada Selasa setelah Presiden Donald Trump mengajukan sejumlah tuntutan baru terhadap Iran, yang memperkeruh prospek kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sikap yang semakin keras tersebut membuat kesepakatan segera antara Teheran dan Washington untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan semakin sulit tercapai.






























