Logo Bloomberg Technoz

Di Balik Riuh Pemadaman Listrik: Batu Bara PLN Macet Sejak Lama

Nyoman Ary Wahyudi
23 June 2026 16:35

Ekskavator memuat batu bara ke truk pengangkut di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Ekskavator memuat batu bara ke truk pengangkut di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN telah mengidentifikasi risiko pasokan batu bara yang tidak stabil di sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sejak 2022.

Risiko yang awalnya diukur pada tingkat moderat pada 2022 itu makin mengkhawatirkan pada 2023 dan 2024. Aliran setrum akhirnya terhenti di sebagian wilayah Jawa pertengahan tahun ini.

Laporan Manajemen Risiko PLN Tahun 2023 membeberkan total potential loss akibat macetnya pasokan batu bara ke PLTU Jawa 7 mencapai Rp1,1 triliun, termasuk kenaikan biaya energi primer dan take or pay (ToP).


Berdasarkan pemeriksaan internal PLN yang berakhir 28 Desember 2023, kondisi stok batu bara di PLTU Jawa 7 berada di bawah 10 hari operasi pembangkit (HOP).

Selain PLTU Jawa 7, terdapat empat PLTU lainnya mengalami kendala stok batu bara saat itu.

Pembangkit listrik tenaga batubara Cirebon-1 di Cirebon, Jawa Barat, Indonesia./Bloomberg-Muhammad Fadli